NasDem Jambi Menuju 2029, Membumikan Semangat Bersatu, Berjuang, Menang..

Pelantikan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jambi pada Sabtu 8 /8/2026, menjadi momentum penting bagi perjalanan politik partai menuju Pemilu 2029. Di bawah kepemimpinan Dr.Syarif Fasha, ME, kepengurusan baru ini tentu membawa harapan sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan perolehan politik NasDem di Provinsi Jambi. Karena itu, ucapan selamat dan sukses patut disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus yang telah menerima amanah tersebut. Sebuah kepengurusan baru selalu membawa energi baru, dan energi itulah yang semestinya segera diterjemahkan menjadi kerja nyata di seluruh tingkatan organisasi.

Sebagai seseorang yang pernah mengenal dan berinteraksi dengan Partai NasDem,walaupun sekarang berada pada posisi diluar dan non partisan ,  saya melihat bahwa tantangan terbesar partai ke depan sesungguhnya bukan sekadar bagaimana membangun struktur organisasi, tetapi bagaimana membuat struktur tersebut benar-benar hidup dan membumi. Sebuah partai dapat memiliki kepengurusan yang lengkap dari tingkat provinsi hingga kecamatan dan desa, tetapi kekuatan politiknya tetap akan dipertanyakan apabila keberadaan struktur itu tidak dirasakan oleh masyarakat. Dalam politik, struktur organisasi memang penting, tetapi struktur hanyalah kerangka. Yang membuatnya menjadi kekuatan adalah manusia yang bekerja di dalamnya, jaringan yang dibangun dan hubungan yang terus dipelihara dengan masyarakat.

Pemilu 2029 memang masih cukup jauh, tetapi justru karena masih tersedia waktu, pekerjaan politik harus dimulai sejak sekarang. NasDem tidak boleh menunggu sampai tahapan pemilu berjalan untuk mulai bergerak. Partai-partai lain juga akan melakukan hal yang sama. Para pesaing akan bermunculan, tokoh-tokoh baru akan tampil, calon-calon legislatif akan mulai membangun basis, sementara mereka yang sudah memiliki pengalaman politik akan kembali memperkuat jaringan. Dalam situasi seperti itu, tidak ada partai yang benar-benar boleh merasa aman hanya karena pernah memperoleh suara atau kursi pada pemilu sebelumnya. Setiap pemilu memiliki peta politiknya sendiri dan setiap suara rakyat harus kembali diperjuangkan.

Karena itu, konsolidasi NasDem Jambi sebaiknya tidak berhenti pada konsolidasi struktural. Yang jauh lebih penting adalah konsolidasi yang membumi, yang mampu mempertemukan kepentingan organisasi dengan realitas masyarakat di tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan. Pengurus di tingkat provinsi perlu mengetahui apa yang sedang terjadi di daerah, sementara pengurus kabupaten dan kecamatan harus menjadi mata dan telinga partai untuk membaca perubahan sosial dan politik di wilayahnya masing-masing. Struktur yang kuat bukanlah struktur yang hanya terlihat lengkap ketika diperiksa di atas kertas, melainkan struktur yang ketika dibutuhkan mampu bergerak dan bekerja.

Di sinilah pentingnya membangun budaya kerja politik yang berlangsung terus-menerus. Partai tidak semestinya hanya hadir ketika pemilu semakin dekat, ketika pencalonan mulai dibicarakan atau ketika kebutuhan terhadap suara masyarakat mulai meningkat. Kehadiran partai justru harus terasa pada masa ketika politik sedang sepi. Ketika tidak ada kampanye, tidak ada baliho, tidak ada perebutan suara dan tidak ada kepentingan elektoral yang mendesak, pada saat itulah hubungan antara partai dan masyarakat seharusnya tetap dirawat. Kader tetap berkomunikasi, pengurus tetap turun ke daerah, aspirasi tetap didengar dan persoalan masyarakat tetap diperhatikan.

Kerja seperti itu mungkin tidak selalu terlihat. Bahkan tidak semuanya harus diberitakan. Tidak setiap kunjungan harus menjadi konten media sosial dan tidak setiap kegiatan harus menghasilkan publikasi. Politik memiliki pekerjaan yang sering kali berlangsung dalam kesenyapan: berbicara dengan masyarakat, mendengar keluhan, menjaga hubungan dengan tokoh lokal, membina kader, menyelesaikan persoalan yang dapat dibantu dan memastikan bahwa masyarakat mengetahui ke mana mereka dapat menyampaikan aspirasi. Pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang tanpa banyak sorotan justru sering menjadi fondasi yang paling kuat ketika momentum politik akhirnya datang.

Dalam konteks inilah semboyan “Bersatu, Berjuang, Menang” menjadi sangat relevan. Bersatu bukan sekadar berarti seluruh pengurus berada dalam satu struktur, tetapi bagaimana seluruh kader memiliki rasa memiliki terhadap organisasi dan memahami bahwa perjalanan partai bukan milik segelintir orang. Berjuang juga bukan sekadar bekerja ketika ada kepentingan politik, melainkan kesediaan untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam keadaan apa pun. Sedangkan menang harus ditempatkan sebagai hasil dari proses panjang tersebut. Kemenangan politik tidak dapat dipaksakan hanya melalui struktur, jabatan atau keputusan organisasi. Kemenangan harus diperoleh melalui kepercayaan masyarakat.

Dalam sebuah organisasi politik, tentu dibutuhkan orang-orang yang dipercaya oleh pimpinan. Loyalitas juga merupakan bagian penting dari soliditas sebuah partai. Namun loyalitas akan menjadi jauh lebih berarti apabila diterjemahkan menjadi kemampuan untuk bekerja dan membesarkan organisasi. Kedekatan dengan pimpinan tidak boleh menjadi ukuran tunggal keberhasilan seorang kader. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang pengurus mampu membawa dirinya menjadi bagian dari kekuatan partai di daerah, dikenal oleh masyarakat, diterima oleh kader dan mampu membangun jaringan yang pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap kekuatan elektoral partai.

Hal yang sama berlaku bagi para kader yang telah memperoleh kepercayaan menjadi anggota legislatif. Kursi legislatif bukanlah akhir dari perjuangan politik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Reses, kunjungan kepada konstituen, penyerapan aspirasi, perjuangan kebijakan dan produktivitas legislasi seharusnya menjadi bagian dari kerja politik yang terus terlihat manfaatnya. Masyarakat di daerah pemilihan pada akhirnya memiliki ingatan yang sangat sederhana: siapa yang hadir, siapa yang mau mendengar dan siapa yang benar-benar memperjuangkan kepentingan mereka. Dari sanalah kepercayaan politik dibangun.

Mungkin inilah salah satu hal yang perlu terus dijaga oleh NasDem Jambi dalam menghadapi perjalanan menuju 2029. Jangan sampai kekuatan partai terlalu banyak diukur dari aktivitas di tingkat elite, sementara denyut kehidupan politik di tingkat bawah tidak mendapatkan perhatian yang sama. Sebab politik yang hanya kuat di atas akan mudah kehilangan daya ketika berhadapan dengan masyarakat. Sebaliknya, partai yang memiliki akar kuat di tingkat bawah akan memiliki kemampuan bertahan yang lebih panjang, bahkan ketika peta politik berubah dan tokoh-tokoh baru bermunculan.

Karena itu, kepengurusan baru DPW NasDem Jambi patut diberi ruang untuk bekerja sekaligus didukung untuk melakukan konsolidasi secara lebih luas. Masih tersedia waktu untuk memperkuat komunikasi antara provinsi dan kabupaten, memperbaiki hubungan dengan struktur kecamatan, membina kader-kader baru, memperluas jaringan sosial dan memastikan bahwa kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat. Yang diperlukan bukan sekadar semakin banyak kegiatan, melainkan kegiatan yang memiliki kesinambungan dan memberikan arti bagi masyarakat.

Pemilu 2029 bukan hanya tentang berapa banyak kursi yang ingin diperoleh NasDem. Jauh lebih penting adalah bagaimana partai membangun alasan bagi masyarakat untuk kembali memberikan kepercayaan. Alasan itu tidak lahir menjelang hari pencoblosan. Ia tumbuh dari interaksi yang panjang, dari kerja yang konsisten dan dari kehadiran yang tidak mengenal musim politik. Masyarakat akan mengingat siapa yang hadir ketika mereka membutuhkan, bukan hanya siapa yang datang ketika membutuhkan suara mereka.

Karena itu, perjalanan NasDem Jambi menuju 2029 sesungguhnya sudah dimulai sejak kepengurusan baru dilantik. Pekerjaan tersebut tidak harus selalu dilakukan dalam suasana yang ramai. Bahkan ketika politik sedang sunyi, ketika tidak ada sorotan dan ketika tidak ada kepentingan elektoral yang mendesak, kerja partai harus tetap berjalan. Sebab partai yang ingin menang tidak boleh hanya bekerja ketika sedang dilihat. Partai harus bekerja karena memang memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat.

Selamat dan sukses kepada seluruh pengurus DPW Partai NasDem Provinsi Jambi. Semoga amanah baru ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas perjuangan dan membangun kemenangan yang lahir dari kerja nyata. Sebab “Bersatu, Berjuang, Menang” bukan sekadar rangkaian kata yang indah untuk diteriakkan dalam forum politik, tetapi harus menjadi etos kerja seluruh kader: bersatu dalam organisasi, berjuang bersama masyarakat, dan memenangkan kepercayaan rakyat melalui kerja yang dilakukan terus-menerus, bahkan ketika tidak seorang pun sedang melihat. Budi Prasetiyo-Nusareport.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *