
Pertemuan Ketua LPHA dengan Dinas PUPR Bungo.
NUSAREPORT – Bungo, Jumat 19 Desember 2025,- Warga Dusun Baru, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, masih menaruh harapan besar pada ketersediaan sarana air bersih. Dusun dengan jumlah 745 kepala keluarga atau sekitar 2.487 jiwa itu berharap pasokan air dapat kembali terpenuhi dari sumber yang berada di kawasan Hutan Adat Rangkayo Mulio.
Sebelumnya, masyarakat sempat menikmati layanan air bersih melalui program Pamsimas. Namun, seiring waktu, sarana tersebut tidak lagi berfungsi. Berbagai upaya telah dilakukan warga bersama pemerintah desa, termasuk memanfaatkan Dana Desa untuk membangun sarana air bersih. Hingga kini, fasilitas yang ada baru mampu melayani sekitar 120 KK, jauh dari kebutuhan seluruh warga dusun.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Bungo. Ketua Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Rangkayo Mulio, Malek, telah mengajukan proposal bantuan yang diketahui langsung oleh Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn.
“Harapan kami selalu ada melalui tangan pemerintah, kerja sama desa, dan dukungan masyarakat. Air bersih ini sangat mendesak agar bisa segera dinikmati seluruh warga,” ujar Malek kepada redaksi.
Dukungan juga datang dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bungo, Hamdan. Ia menyatakan harapan besar agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera merealisasikan proyek penyediaan air minum tersebut. Menurutnya, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.
Ke depan, pengelolaan air bersih di Dusun Baru direncanakan berbasis masyarakat melalui pembentukan lembaga pengelola, seperti SPAMDes , BUMDes, dan KUPS, Skema ini menekankan peran aktif warga, mulai dari perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, hingga pembiayaan melalui iuran. Pemerintah desa diharapkan berperan dalam penyediaan infrastruktur, pembinaan, serta pengawasan agar kualitas air tetap terjaga dan sistem berjalan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dukungan pemerintah daerah, warga Dusun Baru berharap penantian panjang terhadap air bersih segera berakhir, demi meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seluruh masyarakat.(Redaksi)