Tantingan Capaska Kabupaten Bungo Dimulai, 68 Calon Paskibraka Siap Jalani Proses Pembentukan Karakter..

Pendidikan63 Views

NUSAREPORT-Muara Bungo,  Sebanyak 68 Calon Paskibraka (Capaska) Kabupaten Bungo mengikuti Upacara Tantingan Paskibraka Kabupaten Bungo yang dilaksanakan di Asrama BLK Kabupaten Bungo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan persiapan menuju pelaksanaan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 68 Capaska tersebut terdiri dari 36 putra dan 32 putri. Mereka mulai memasuki tahapan penting dalam proses pembinaan untuk meneguhkan kesiapan, kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan serta komitmen dalam menerima amanah sebagai calon pengibar bendera.

Upacara Tantingan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan karakter para calon Paskibraka.

Menjadi Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam kebanggaan atau berdiri tegap di lapangan. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan sebuah kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Para Capaska diharapkan memahami bahwa di balik tugas yang mereka emban terdapat kepercayaan dari orang tua, sekolah, pembina, pelatih, pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bungo.

Karena itu, setiap proses latihan, kedisiplinan, teguran pelatih, rasa lelah hingga berbagai tantangan yang dihadapi hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

Harapannya, para Capaska tidak hanya mampu menjadi petugas upacara yang disiplin dan memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang bertanggung jawab, rendah hati, mampu menghormati orang lain, menjaga kekompakan dan memiliki semangat pantang menyerah.

Dalam rangkaian Upacara Tantingan, Sekretaris BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Marwilisman AR, SSTP, ME, memimpin pembacaan Pancasila yang diikuti oleh seluruh Calon Paskibraka.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Darma Mulya Putra Indonesia sebagai bagian dari peneguhan nilai, komitmen dan kesiapan para Capaska dalam menjalani seluruh proses pembinaan.

Pesan yang menjadi semangat dalam kegiatan tersebut adalah bahwa kata “siap” bukan sekadar jawaban, tetapi merupakan janji kepada diri sendiri untuk membuktikannya melalui tindakan.

Para Capaska diharapkan mampu menunjukkan sikap seorang Paskibraka melalui disiplin dalam waktu, tegas dalam sikap, santun dalam perkataan, kompak dalam kebersamaan, rendah hati dalam pergaulan dan bertanggung jawab dalam setiap tugas.

Mandi Kembang Tandai Dimulainya Tantingan

Usai rangkaian upacara, kegiatan dilanjutkan dengan mandi kembang sebagai tradisi penyambutan dan ucapan selamat datang kepada para Capaska di Desa Bahagia, Asrama BLK Kabupaten Bungo.

Tradisi tersebut menjadi simbol dimulainya tahapan baru dalam perjalanan para Capaska Kabupaten Bungo sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Tantingan dan pembinaan yang akan mereka jalani.

Mandi kembang diharapkan menjadi momentum untuk membangun semangat baru bagi para Capaska agar memasuki proses pembinaan dengan kesiapan mental, kedisiplinan dan kesungguhan.

Para pembina dan pelatih juga diharapkan dapat membentuk para Capaska dengan ketegasan yang tetap dilandasi kasih sayang. Sebab, yang dibangun melalui proses Paskibraka bukan hanya barisan yang rapi dan gerakan yang seragam, tetapi juga karakter generasi muda yang kelak mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kepada para Capaska, diharapkan agar nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan tidak berhenti ketika tugas Paskibraka selesai.

Jiwa disiplin, tanggung jawab, persatuan dan pantang menyerah diharapkan tetap melekat dalam diri mereka, bahkan ketika nantinya kembali menjalani kehidupan sebagai pelajar dan anggota masyarakat.

Para Capaska juga diingatkan agar tidak merasa lebih tinggi dari orang lain karena terpilih menjadi Paskibraka. Justru karena mendapatkan kepercayaan, mereka dituntut untuk mampu menjadi teladan.

Sebab, ketika nantinya berdiri di lapangan dan seluruh mata tertuju kepada mereka, para Capaska tidak sedang berdiri untuk diri sendiri. Di belakang mereka ada orang tua yang mendoakan, guru yang mendidik, pembina dan pelatih yang membentuk, serta masyarakat yang memberikan kepercayaan.

Di hadapan mereka nantinya adalah Merah Putih, simbol persatuan dan perjuangan bangsa Indonesia.

Karena itu, seluruh proses Tantingan dan pembinaan diharapkan menjadi perjalanan untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya mampu melaksanakan tugas pengibaran bendera, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan.

“Hari ini kalian belum mengibarkan Merah Putih. Tetapi hari ini kalian sedang belajar menjadi orang yang pantas dipercaya untuk mengibarkannya.”

Dengan dimulainya Tantingan, para Capaska Kabupaten Bungo diharapkan menjalani seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik Paskibraka Kabupaten Bungo.

Pada akhirnya, tugas Paskibraka mungkin hanya berlangsung dalam satu momentum peringatan kemerdekaan. Namun nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan menjadi bekal yang mereka bawa sepanjang kehidupan.

Jadilah Paskibraka yang bukan hanya gagah ketika berdiri di lapangan, tetapi juga baik ketika kembali ke tengah masyarakat.

Untuk Merah Putih.

Untuk Kabupaten Bungo.

Untuk Indonesia.

Salam Paskibraka! Salam Indonesia! Merdeka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *