Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo, Berita Resmi Statistik No. 11/11/1509/Th. XIII, 3 November 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo merilis data resmi pada Senin, 3 November 2025, yang mencatat inflasi year-on-year (yoy) di Muara Bungo sebesar 4,84 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,87. Angka ini meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (2,51 persen yoy), menunjukkan tekanan harga yang lebih kuat di tingkat rumah tangga sepanjang 2025.

Sementara itu, inflasi month-to-month (mtm) tercatat 0,40 persen, dan inflasi year-to-date (ytd) mencapai 4,14 persen. Kenaikan ini menandakan tekanan inflasi yang konsisten sejak awal tahun, terutama disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, makanan dan minuman, serta pendidikan.

Tekanan Inflasi Tertinggi dari Emas Perhiasan dan Komoditas Pangan

BPS mencatat, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami lonjakan harga tertinggi dengan inflasi 20,79 persen yoy, memberi andil 1,65 persen terhadap inflasi umum. Pendorong utamanya adalah emas perhiasan, yang menyumbang 1,63 persen terhadap total inflasi daerah.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi tinggi sebesar 8,99 persen yoy, dengan andil 2,56 persen terhadap total inflasi. Komoditas utama penyumbang inflasi berasal dari cabai merah (1,18 persen), ikan serai (0,19 persen), beras dan daging ayam ras (masing-masing 0,13 persen), serta sigaret kretek mesin (0,14 persen).

Kelompok pendidikan turut menyumbang inflasi sebesar 3,14 persen yoy, didorong oleh peningkatan biaya kuliah dan pendidikan anak usia dini, yang memberi andil 0,11 persen terhadap inflasi keseluruhan.

Pola Inflasi Regional

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Jambi, inflasi Muara Bungo sebesar 4,84 persen tergolong lebih tinggi dari Kota Jambi (2,68 persen) namun lebih rendah dari Kabupaten Kerinci (6,70 persen). Hal ini menempatkan Bungo di posisi tengah dalam peta inflasi provinsi, menunjukkan tekanan harga yang moderat tetapi tetap perlu diwaspadai menjelang akhir tahun

.

Evaluasi Ekonomi dan Respons Daerah

Tekanan inflasi di Bungo memperlihatkan pengaruh kuat dari kenaikan harga kebutuhan sekunder dan jasa, terutama emas dan biaya pendidikan, sementara inflasi pangan tetap menjadi risiko utama bagi daya beli masyarakat. Kenaikan harga cabai merah, ayam ras, dan minyak goreng menunjukkan bahwa rantai pasok pangan lokal masih menghadapi tantangan pada aspek distribusi dan cuaca.

Meski demikian, inflasi pada sektor energi dan perumahan relatif stabil. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga hanya mencatat inflasi 2,30 persen, dengan pendorong utama kenaikan tarif air minum (PAM).

BPS menilai bahwa inflasi Oktober masih dalam kategori terkendali, tetapi tekanan harga diperkirakan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, seiring peningkatan permintaan barang konsumsi, jasa transportasi, dan aktivitas pariwisata domestik.

Kesimpulan

  • Inflasi tahunan (yoy) Muara Bungo, Oktober 2025: 4,84%
  • Inflasi bulanan (mtm): 0,40%
  • Inflasi tahun kalender (ytd): 4,14%
  • Penyumbang utama inflasi: emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan biaya pendidikan
  • Kelompok pengeluaran dengan kenaikan tertinggi:
    • Perawatan pribadi dan jasa lainnya (20,79%)
    • Makanan, minuman, dan tembakau (8,99%)
    • Pendidikan (3,14%)
  • Outlook: Inflasi diprediksi meningkat moderat menjelang akhir tahun; diperlukan koordinasi aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bungo untuk menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan pangan aman, dan melindungi daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *