
NUSAREPORT -Muara Bungo, ,Harga kebutuhan pokok di Pasar Bungur kembali menunjukkan tren menguat menjelang awal Desember. Lonjakan terutama terlihat pada komoditas cabai, bawang, dan ikan, yang selama ini menjadi indikator sensitif dalam pergerakan inflasi daerah. Publik mulai menyoroti fenomena ini karena momen Natal dan Tahun Baru biasanya mendorong permintaan lebih tinggi dan berpotensi mengerek inflasi akhir tahun.
Pantauan terkini menunjukkan harga cabai merah besar telah mencapai Rp90.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp95.000. Cabai hijau dan cabai rawit berada di kisaran Rp60.000/kg. Bawang merah masih stabil di Rp45.000/kg, namun bawang putih merangkak naik hingga Rp80.000/kg. Ikan nila dijual Rp35.000/kg, lele Rp28.000/kg, dan ikan laut seperti serai berada pada rentang Rp40.000–Rp60.000/kg. Komoditas sayur, tahu, dan tempe relatif stabil seperti yang tercatat pada laporan harga 28 November 2025.

Kenaikan ini semakin relevan jika dikaitkan dengan data inflasi BPS Kabupaten Bungo. Pada Oktober 2025, inflasi bulan ke bulan tercatat 0,40 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun mencapai 4,84 persen, salah satu yang tertinggi dalam dua tahun terakhir. Lebih dari separuh tekanan inflasi tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 2,56 persen, menunjukkan betapa kuatnya dampak gejolak harga pangan terhadap ekonomi rumah tangga Bungo .
Cabai merah, yang kini kembali melonjak di pasar, juga tercatat sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar baik untuk inflasi bulanan maupun tahunan. Ikan laut seperti ikan ambu-ambu/tongkol dan ikan serai yang kini berada pada harga tinggi di Pasar Bungur juga masuk daftar komoditas pendorong inflasi Bungo. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih sebelumnya berperan sebagai penahan inflasi, namun kini kenaikan harga bawang putih menandakan mulai berubahnya pola stabilitas komoditas tersebut.
Pedagang menilai ketergantungan pasokan Bungo terhadap daerah luar menjadi faktor utama kenaikan harga. Sayur-mayur, telur, dan sebagian besar ikan laut masih dipasok dari luar kabupaten bahkan luar provinsi. Cuaca ekstrem di Sumatera Barat, sebagai salah satu pemasok utama, membuat distribusi rentan terganggu. Jika pasokan tersendat, harga diperkirakan akan terus naik memasuki minggu pertama Desember.
Dengan kondisi inflasi yang sudah menguat sejak Oktober dan tekanan harga pangan yang semakin terasa pada akhir November, publik berharap Pemerintah Kabupaten Bungo dapat bergerak lebih cepat. Langkah-langkah seperti menjamin kelancaran distribusi antarwilayah, memperkuat koordinasi antar-OPD, serta menggelar operasi pasar dinilai sangat penting untuk menahan gejolak harga menjelang Nataru. Selain itu, pembaruan data harga harian yang transparan diperlukan agar masyarakat tidak panik atau terpancing isu yang beredar di media sosial.( Redaksi )