NUSAREPORT-Muara Bungo ,-  Alumni Sekolah Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo Angkatan I menegaskan kembali pentingnya penguatan pendidikan politik sebagai fondasi utama untuk menjaga kualitas demokrasi di daerah. Mereka memandang bahwa literasi politik masyarakat perlu terus ditingkatkan agar partisipasi pemilih tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga menunjukkan kedewasaan dalam memahami hak dan tanggung jawab politiknya.

Pentingnya pendidikan politik tampak dalam dinamika Pemilu 2024 lalu. Kabupaten Bungo mencatat 260.469 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun hanya 222.483 orang yang benar-benar hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Angka partisipasi 85,6 persen ini memang memenuhi target KPU, tetapi masih menyisakan pekerjaan rumah karena puluhan ribu warga memilih tidak datang ke TPS. Para alumni menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan literasi politik harus digarap lebih serius, terutama untuk mendorong kesadaran bahwa memilih adalah bagian dari tanggung jawab warga negara.

Usai Pilkada Serentak 2024, para alumni melihat jelas bahwa tantangan terbesar bukan lagi soal teknis pemungutan suara, tetapi bagaimana membangun pemilih yang benar-benar memahami hak politiknya. Momentum pascapemilihan ini dianggap penting untuk memperkuat kembali pendidikan politik agar masyarakat semakin matang dalam menilai calon dan menjaga integritas proses demokrasi.

Selain ditujukan bagi pemilih, pendidikan politik juga dinilai penting bagi penyelenggara, pengawas, hingga kader partai politik. Sekolah Pemilu menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan berbagai kalangan untuk mendalami isu-isu demokrasi, kebijakan publik, serta keterampilan dasar dalam politik seperti public speaking, personal branding, dan pemahaman regulasi pemilu. Bekal ini diharapkan melahirkan aktor politik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas.

Para alumni juga menyoroti pentingnya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Mereka mengingatkan kembali peristiwa pemungutan suara ulang di 21 TPS Kabupaten Bungo pasca putusan Mahkamah Konstitusi sebagai pelajaran berharga bahwa proses demokrasi membutuhkan pengawasan yang kuat dan pemahaman politik yang benar, baik dari penyelenggara maupun pemilih.

Dengan berbagai catatan tersebut, Alumni Sekolah Pemilu KPU Bungo Angkatan I mendorong agar pendidikan politik dijadikan gerakan bersama. Bagi mereka, pendidikan politik adalah investasi jangka panjang bagi masa depan demokrasi upaya membangun pemilih yang cerdas, kritis, dan rasional agar setiap kontestasi politik di Kabupaten Bungo melahirkan pemimpin berintegritas dan proses yang semakin bermartabat.( Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *