
Direktur Jenderal Guru,Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani.(Foto: Humas Kemendikdasmen)
NUSAREPORT – Muara Bungo,- Senin,15/12/2025 , Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menuntaskan seluruh program prioritas yang digagas sepanjang satu tahun terakhir. Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat profesionalisme, kompetensi, sekaligus kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG), Nunuk Suryani, menyatakan seluruh program dijalankan secara intensif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan riil guru.
“Fokus kami memastikan guru memperoleh hak kesejahteraan secara tepat waktu, sekaligus peningkatan kapasitas yang berkelanjutan agar siap menghadapi tantangan pendidikan ke depan,” ujar Nunuk melalui surat elektronik yang diterima redaksi baru-baru ini.
Dalam penyaluran tunjangan guru ASN daerah, Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah tersalurkan sebesar Rp62,9 triliun kepada 1.472.687 guru atau mencapai 94 persen. Sementara Tunjangan Khusus Guru (TKG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mencapai Rp1,419 triliun bagi 55.149 guru dengan tingkat penyaluran 89,10 persen.
Kinerja penyaluran bagi guru non-ASN bahkan melampaui target. TKG guru non-ASN di daerah 3T tersalurkan 100,1 persen kepada 26.676 guru senilai Rp371,02 miliar. TPG non-ASN juga mencapai 100,1 persen atau Rp8,12 triliun untuk 396.342 guru. Selain itu, bantuan insentif non-ASN terealisasi 94,7 persen senilai Rp733,99 miliar, serta Bantuan Subsidi Upah mencapai 92,3 persen atau Rp140,3 miliar.
Pada sisi peningkatan kompetensi, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) mencatat realisasi melampaui target. Dari sasaran 808 ribu peserta, seleksi administrasi menjaring 822 ribu guru. Pemerintah juga menyediakan beasiswa peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4 bagi 12.500 guru melalui rekognisi pembelajaran lampau, dengan rencana perluasan hingga 150 ribu guru pada tahun berikutnya.
Program pelatihan guru turut menunjukkan progres signifikan, mulai dari pembelajaran mendalam, pelatihan coding dan kecerdasan buatan yang menjangkau lebih dari 60 ribu sekolah, hingga Gerakan Numerasi Nasional dan Matematika Gembira bagi ribuan guru TK dan SD. Penguatan kompetensi guru bimbingan konseling, inisiatif STEM 5M, serta persiapan guru bahasa Inggris untuk kebijakan wajib di SD pada 2027 juga menjadi bagian dari agenda tersebut.
Di bidang kepemimpinan sekolah, pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah berhasil menekan kekosongan kepala sekolah hingga 51 persen, dari 117 ribu menjadi 57 ribu. Sepanjang tahun ini, sekitar 8.000 calon kepala sekolah telah mengikuti pelatihan.
Dengan capaian merata di seluruh program prioritas, Ditjen GTKPG menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan guru Indonesia semakin sejahtera, adaptif, dan siap menghadapi masa depan pendidikan nasional.(Redaksi)