Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah. (Foto: Puspen TNI)

NUSAREPORT – Jakarta, – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima Penghargaan Khusus Pena Emas kategori Kementerian/Lembaga Negara dari Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI). Penghargaan tersebut diterima oleh Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mewakili Panglima TNI, dalam acara yang digelar di Le Royale Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Kapuspen TNI menyampaikan apresiasi tinggi kepada insan pers yang selama ini konsisten menjaga profesionalisme jurnalistik serta menghadirkan pemberitaan yang sehat, berimbang, dan bertanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.

Menurutnya, forum apresiasi seperti Pena Emas memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pers nasional sebagai salah satu pilar demokrasi Indonesia.

“Bela negara bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab seluruh warga negara sesuai peran dan profesinya masing-masing,” ujar Kapuspen TNI dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.

Ia menegaskan, tantangan bela negara di era digital tidak lagi hanya berupa ancaman fisik, melainkan juga hadir dalam bentuk perang informasi, disinformasi, polarisasi, serta upaya sistematis memecah belah persatuan bangsa melalui ruang digital.

Lebih lanjut, Kapuspen TNI menekankan bahwa kemitraan strategis antara TNI dan media menjadi kebutuhan penting dalam membangun komunikasi publik yang akurat serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Setiap karya jurnalistik yang memberi ruang bagi suara rakyat dan mengedepankan kebenaran, pada hakikatnya adalah bagian dari bela negara. Daya juang pena dan kekuatan kata-kata mampu menumbuhkan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Kapuspen TNI menegaskan komitmen TNI untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas informasi publik, serta memperkuat sinergi konstruktif dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“TNI berkomitmen membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan profesional dengan insan pers, sesuai ketentuan perundang-undangan,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, sebanyak 60 tokoh nasional, perwakilan kementerian dan lembaga negara, kepala daerah, institusi pendidikan, hingga dunia usaha menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara (ABN) 2025 dari FPRMI.

Penghargaan ABN 2025 diberikan kepada individu dan institusi yang dinilai konsisten menanamkan serta mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di berbagai sektor kehidupan, termasuk melalui peran strategis media dan komunikasi publik. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *