
NUSAREPORT – Jakarta, Selasa (13/1/2026),- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Selasa pagi setelah pada penutupan sebelumnya mengalami pelemahan. Sentimen positif di pasar saham domestik muncul di tengah tekanan yang masih membayangi nilai tukar Rupiah.
IHSG dibuka di level 8.931, naik 47 poin dibandingkan penutupan Senin (12/1/2026) di posisi 8.884. Hingga pukul 09.05 WIB, penguatan masih bertahan meski sedikit menyempit, dengan indeks naik 0,42 persen atau 37 poin ke level 8.922.
Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak di zona hijau dengan mencatatkan level tertinggi sementara di 8.953 dan terendah di 8.916. Aktivitas transaksi terpantau cukup aktif, dengan 353 saham menguat, 171 saham melemah, dan 434 saham stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 271,5 ribu kali dengan nilai transaksi sebesar Rp2,12 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat sebesar Rp16,16 triliun.
Dari sisi sektoral, sembilan sektor menguat dan dua sektor mengalami koreksi. Pelemahan terjadi pada sektor infrastruktur yang turun tipis 0,07 persen ke level 2.678 serta sektor transportasi yang melemah 0,52 persen ke level 2.135.
Sementara itu, penguatan dipimpin oleh sektor industri yang naik 1,04 persen ke level 2.414, diikuti sektor bahan baku yang juga menguat 1,04 persen ke level 2.286. Sektor properti menguat 0,99 persen menjadi 1.265, sektor kesehatan naik 0,69 persen ke level 2.119, dan sektor keuangan bertambah 0,64 persen ke posisi 1.534.
Sektor energi tercatat menguat 0,36 persen ke level 4.829, sektor teknologi naik 0,26 persen menjadi 9.752, sektor konsumer nonprimer menguat 0,46 persen ke level 816, sementara sektor konsumer primer naik tipis 0,01 persen ke posisi 1.369.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) justru melemah pada perdagangan pagi ini. Pelemahan terjadi setelah pernyataan salah satu pejabat Federal Reserve yang mengindikasikan bank sentral AS belum terburu-buru menurunkan suku bunga acuannya.
Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.15 WIB, Rupiah diperdagangkan di level Rp16.872 per Dolar AS, melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.855 per Dolar AS. Rupiah bahkan sempat dibuka di posisi Rp16.874 per Dolar AS atau melemah 0,11 persen di pasar spot.
Tekanan terhadap Rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Peso Filipina melemah 0,04 persen, Yen Jepang turun 0,31 persen, Dolar Singapura melemah 0,04 persen, Won Korea Selatan turun 0,32 persen, dan Baht Thailand tertekan 0,40 persen.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama negara maju cenderung bervariasi. Euro Eropa melemah 0,05 persen, Franc Swiss turun 0,04 persen, sementara Dolar Australia menguat 0,09 persen dan Dolar Kanada naik tipis 0,01 persen.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”