NUSAREPORT-Bungo, 27/1/2026,-   Institut Karate-Do Indonesia (INKADO), salah satu perguruan karate terbesar dan tertua di Tanah Air, kembali menunjukkan geliat kebangkitannya di Kabupaten Bungo. Setelah cukup lama vakum, INKADO kini perlahan bangkit dari Kuamang Kuning melalui pembinaan yang konsisten dan terstruktur.

INKADO sendiri didirikan pada tahun 1972 dan beraliran Shotokan, dengan tujuan mengembangkan karate bukan hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet berdaya saing nasional hingga internasional. Saat ini, INKADO berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ahmad Sahroni dan tercatat resmi sebagai salah satu perguruan di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Di Kabupaten Bungo, kebangkitan INKADO dimotori oleh Praditha Wulandari, atau yang akrab disapa Sempai Dita. Ia merupakan pelatih asuh sekaligus salah satu pengajar di SMAN 6 Bungo Kuamang Kuning. Dojo latihan INKADO Bungo saat ini berpusat di SMAN 6 Bungo dan SMPN 4 Pelepat Ilir.

“Perlahan namun pasti, semangat karateka INKADO di Bungo mulai tumbuh kembali. Kami berkomitmen untuk konsisten membina dan menelurkan kembali atlet-atlet handal, baik di level lokal maupun nasional,” ujar Sempai Dita.

Sebagai mantan atlet asal Batam, Dita menegaskan bahwa pembinaan tidak dilakukan secara sporadis, melainkan melalui pendekatan jangka panjang yang disiplin dan berkesinambungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi teknik dan filosofi Shotokan dalam latihan.

Dalam proses pembinaan tersebut, INKADO Bungo tidak berjalan sendiri. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan para senior, salah satunya Sensei Budi Prasetyo, guna memastikan kualitas bimbingan teknis dan kepelatihan tetap terjaga.

“Koordinasi dengan senior sangat penting bagi kami, terutama untuk penguatan teknik dan arah pembinaan ke depan,” tambahnya.

Secara nasional, INKADO dikenal aktif menggelar berbagai agenda strategis seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Gashuku Nasional (latihan bersama), hingga program sertifikasi pelatih dan wasit. Fokus utama pembinaan adalah mencetak karateka berprestasi melalui training camp jangka panjang yang berorientasi pada prestasi puncak.

Pada tahun 2025, INKADO semakin menegaskan eksistensinya dengan menggelar “Inkado Empowering 2025”, sebuah ajang berskala nasional yang melibatkan ribuan atlet dari 35 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut memperkuat posisi INKADO sebagai salah satu perguruan karate terbesar dan teraktif di Indonesia.dan untuk Tahun 2026 bulan Februari INKADO akan kembali mengelar Kejuaraan Nasional di Jakarta.

Kebangkitan INKADO di Bungo diharapkan menjadi awal dari lahirnya kembali atlet-atlet karate berprestasi dari daerah, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga bela diri di tingkat lokal.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *