NUSAREPORT-Bungo, 29/1/2026,-   Pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) sebagai bagian dari kebijakan nasional peningkatan kualitas gizi masyarakat mulai menunjukkan dampak nyata di daerah. Hingga 28 Januari 2026, sebanyak 8 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di lima kecamatan di Kabupaten Bungo, dengan capaian 18.942 penerima manfaat.

Program MBG merupakan kebijakan nasional yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, menekan risiko stunting, serta memperkuat ketahanan gizi kelompok rentan. Di tingkat daerah, implementasi kebijakan ini menuntut penyesuaian dengan kondisi lapangan, baik dari sisi sumber daya, distribusi, maupun kebutuhan masyarakat setempat.

Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Bungo, Afifah Khairani, S.Gz, menjelaskan bahwa sasaran penerima manfaat Program MBG di Bungo meliputi anak sekolah, balita pra sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, guru, serta tenaga pendidik.

“Setiap kebijakan publik pasti memiliki tantangan dan ruang perbaikan. Dinamika di lapangan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi dapat terus ditingkatkan kualitas dan ketepatan sasarannya,” ujar Afifah Khairani, S.Gz, di Muara Bungo 28/1/2026

Delapan SPPG yang saat ini telah beroperasi di Kabupaten Bungo meliputi SPPG Pasir Putih, Sungai Mengkuang 001 (Polres Bungo), Tanah Periuk, Manggis 001, Koto Jayo, Purwasari, Manggis 002, serta Sungai Mengkuang 002.

Selain berdampak langsung pada pemenuhan gizi masyarakat, Program MBG juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal. Hingga saat ini, tercatat sekitar 400 tenaga kerja lokal terserap dalam operasional delapan SPPG tersebut, mulai dari pengolahan pangan hingga distribusi layanan.

Afifah menegaskan, SPPI Kabupaten Bungo berkomitmen untuk terus bekerja maksimal melalui penguatan pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Sebagai sebuah kebijakan publik, Program Makan Bergizi tidak dapat dipandang semata dari capaian angka maupun keterbatasan pelaksanaannya. Yang lebih penting adalah proses perbaikan yang terus berjalan, keterbukaan terhadap evaluasi, serta komitmen pelaksana di lapangan untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Dalam konteks ini, keberhasilan MBG di Kabupaten Bungo akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, ketepatan sasaran, dan kesediaan semua pihak untuk belajar dari kekurangan demi memperkuat layanan gizi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *