
NUSAREPORT -Jakarta. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Angka tersebut diperoleh dari hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI) yang dilakukan pada periode 15–21 Januari 2026.
Dari total responden, sebanyak 13,0 persen mengaku sangat puas, dan 66,9 persen cukup puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo. Sementara itu, 17,1 persen menyatakan kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, dan 0,8 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Peneliti Utama IPI, Burhanuddin Muhtadi, menyebut tingkat kepuasan ini tergolong sangat tinggi, bahkan melampaui capaian awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 maupun Presiden Joko Widodo pada 2014.
“Approval rating Presiden Prabowo pada awal masa pemerintahannya tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya pada periode yang sama,” ujar Burhanuddin dalam pemaparan hasil survey,di Jakarta, 9/2
Meski demikian, survei IPI juga memotret sejumlah persoalan krusial yang dinilai publik paling mendesak untuk segera ditangani. Sebanyak 27,4 persen responden menyebut pengendalian harga kebutuhan pokok sebagai prioritas utama, disusul pemberantasan korupsi sebesar 20,2 persen, serta penyediaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran sebesar 17,6 persen.
Dalam aspek harga kebutuhan pokok, sebanyak 37,2 persen responden menilai harga saat ini lebih tidak terjangkau dibandingkan tahun lalu, bahkan 8,1 persen menyebut jauh lebih tidak terjangkau. Sementara itu, 37,3 persen menilai tidak ada perubahan harga, 14,2 persen menilai lebih terjangkau, dan hanya 2,4 persen yang menilai jauh lebih terjangkau.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo relatif tinggi, tekanan ekonomi rumah tangga, terutama terkait stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok, masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian kebijakan secara cepat dan terukur.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”