
NUSAREPORT–Muara Bungo, Jambi. Pemerintah Kabupaten Bungo menyiapkan langkah strategis dalam rangka pengamanan stok dan stabilisasi harga pangan menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup, distribusi yang lancar, serta harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Perum Bulog Kancab Muara Bungo, Dinas Ketahanan Pangan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pemkab Bungo mengintensifkan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok di tingkat distributor hingga pasar tradisional.
Berdasarkan data resmi Perum Bulog Kancab Muara Bungo per 9 Februari 2026, ketersediaan bahan pangan strategis di gudang Bulog dinyatakan dalam kondisi aman. Stok beras medium tercatat sebanyak 385.315 kilogram di dalam gudang dan 3.603.800 kilogram dalam perjalanan, sementara beras premium tersedia 179.718 kilogram. Selain itu, stok gula mencapai 3.200 kilogram, minyak goreng 29.520 liter, jagung 75.653 kilogram, serta daging kerbau 1.800 kilogram.
Kepala Perum Bulog Kancab Muara Bungo menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadhan. Bulog juga telah menyiapkan mekanisme distribusi serta intervensi pasar apabila terjadi lonjakan permintaan atau gejolak harga di pasaran.
Sementara itu, TPID Kabupaten Bungo terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan melakukan pemantauan rutin terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok. Pemantauan dilakukan secara harian di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Bungur Muara Bungo, sebagai barometer utama pergerakan harga di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan harga harian di Pasar Bungur Muara Bungo per 18 Februari 2026, pergerakan harga bahan pokok penting (BAPOKTING) terpantau relatif stabil, dengan fluktuasi ringan pada beberapa komoditas hortikultura.
Untuk kelompok beras, harga beras premium tercatat Rp15.200/Kg, sementara beras SPHP Bulog berada di angka Rp12.700/Kg, mencerminkan stabilitas pasokan dan efektivitas program stabilisasi harga.
Komoditas gula pasir curah berada di kisaran Rp18.000/Kg, sedangkan gula pasir kemasan Rp19.000/Kg. Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp14.400/liter, minyak goreng kemasan premium Rp20.000/liter, dan Minyakita Rp15.700/liter, menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali menjelang Ramadhan.
Pada sektor protein hewani, harga daging ayam ras karkas Rp35.000/Kg, telur ayam ras Rp29.000/Kg, serta daging sapi paha belakang Rp150.000/Kg. Sementara itu, daging sapi tetelan berada di kisaran Rp70.000/Kg.
Untuk komoditas hortikultura, harga bawang merah Rp34.000/Kg, bawang putih honan Rp35.000/Kg, serta cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing Rp40.000/Kg. Adapun cabai rawit merah tercatat Rp60.000/Kg, sementara cabai rawit hijau Rp65.000/Kg, relatif stabil dibanding hari sebelumnya.
Sementara itu, komoditas pangan lainnya seperti tepung terigu Rp12.000/Kg, ikan tongkol Rp32.000/Kg, dan mie instan Rp3.000/bungkus juga terpantau stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari penguatan cadangan pangan pemerintah, pelaksanaan operasi pasar murah, pengawasan distribusi, hingga fasilitasi kelancaran pasokan antarwilayah.
Langkah-langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Pemkab Bungo juga mengimbau para pelaku usaha dan distributor untuk menjaga kelancaran distribusi serta tidak melakukan penimbunan barang. Masyarakat diharapkan berbelanja secara bijak dan proporsional guna menjaga keseimbangan pasokan di pasaran.
Dengan sinergi lintas sektor dan kesiapan stok yang memadai, Pemkab Bungo optimistis stabilitas pangan dan daya beli masyarakat dapat terjaga selama bulan suci Ramadhan.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”