
NUSAREPORT -Muara Bungo, 13 April 2026 — Upaya pengendalian inflasi nasional terus bergerak serentak dari pusat hingga daerah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri kembali menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta Senin 13/4/2026, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menekankan agar seluruh pemerintah daerah memastikan ketersediaan pasokan komoditas utama seperti cabai merah, bawang merah, dan bahan pokok lainnya yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian nasional akibat tekanan pasokan di sejumlah wilayah.
Arahan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi menuntut langkah konkret di lapangan, mulai dari penguatan distribusi antar wilayah, percepatan koordinasi lintas OPD, hingga penguatan ketahanan pangan lokal melalui gerakan tanam komoditas hortikultura.
Merespons instruksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bungo bergerak cepat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan memperkuat pemantauan pasar dan memastikan kondisi pasokan tetap terkendali. Langkah ini menjadi bentuk nyata sinkronisasi antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah.
Hasil pemantauan harga harian di Pasar Bungur Muaro Bungo per 13 April 2026 menunjukkan bahwa mayoritas komoditas kebutuhan pokok berada dalam kondisi relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Pada kelompok bahan pangan utama, harga beras premium tercatat tetap berada pada kisaran Rp15.200 per kilogram, sementara beras SPHP Bulog berada di level Rp12.600 per kilogram. Stabilitas pada komoditas beras ini menjadi indikator penting karena beras merupakan penyumbang utama inflasi pangan di banyak daerah.
Untuk komoditas yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat, harga cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing terpantau stabil di angka Rp25.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah bertahan di level Rp50.000 per kilogram, dan bawang merah tercatat tetap di angka Rp35.000 per kilogram.
Di sektor kebutuhan rumah tangga, gula pasir curah berada pada harga Rp18.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp19.000 per kilogram, serta Minyakita Rp15.700 per liter. Harga minyak goreng premium juga tidak mengalami perubahan, tetap di level Rp20.000 per liter.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras karkas justru menunjukkan penurunan tipis dari Rp40.000 menjadi Rp39.000 per kilogram, sementara telur ayam ras tetap bertahan di harga Rp29.000 per kilogram. Penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa pasokan komoditas unggas di Bungo masih cukup terjaga.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa langkah antisipatif TPID Kabupaten Bungo berjalan cukup efektif dalam meredam potensi gejolak harga, khususnya pada komoditas yang rentan memicu inflasi daerah.
Konsistensi pemantauan harga, penguatan distribusi, serta ketahanan pangan lokal menjadi kunci agar stabilitas ini dapat terus dipertahankan, terutama menjelang periode rawan kenaikan harga seperti hari besar keagamaan dan perubahan musim.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”