
NUSAREPORT-Jakarta, Rabu 15 April 2026,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalami penyempurnaan dan pembenahan kebijakan di tingkat nasional seiring dengan pelaksanaan di lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi dan koreksi menjadi bagian penting untuk memastikan program strategis ini berjalan semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang muncul selama implementasi program.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan. Justru, itu menjadi bagian dari proses koreksi dan penyempurnaan,” ujar Mardiono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. 14/4/2026
Menurutnya, setiap program berskala nasional yang menyentuh jutaan penerima manfaat tentu membutuhkan proses evaluasi berkelanjutan. Karena itu, berbagai masukan dari lapangan akan menjadi bahan pembenahan kebijakan agar pelaksanaan MBG semakin optimal.
Namun demikian, Mardiono mengingatkan bahwa kekurangan yang ada tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap program yang dinilai sangat berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat.
Ia juga mengakui adanya kemungkinan oknum tertentu yang mencoba memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi. Meski begitu, hal tersebut, kata dia, tidak dapat dijadikan dasar untuk menghentikan program yang manfaatnya telah dirasakan secara luas.
“Kalau ada oknum yang menyimpang, maka oknumnya yang harus ditindak tegas, bukan programnya yang dihentikan,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Mardiono, saat ini terus memperbaiki celah regulasi dan sistem pengawasan agar implementasi program MBG ke depan semakin transparan, terukur, dan memiliki akuntabilitas yang kuat.
Program MBG dinilai tidak hanya menyasar aspek pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok bahan pangan, distribusi, hingga pemberdayaan pelaku usaha daerah.
“Ini adalah program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Oleh karena itu, sangat tidak tepat jika ada pemberitaan yang menggiring opini seolah-olah program ini gagal,” katanya.
Data terbaru dari survei nasional Cyrus Network menunjukkan bahwa dukungan publik terhadap program ini masih cukup kuat. Survei yang melibatkan 1.260 responden tersebut mencatat mayoritas masyarakat mendukung keberlanjutan MBG.
Sebanyak 65,4 persen responden menyatakan mendukung program MBG, sementara 34,6 persen di antaranya juga berharap adanya peningkatan kualitas implementasi di lapangan.
Sementara laporan lain yang dirilis pada hari yang sama menyebut 56 persen responden menilai program ini membantu pemenuhan gizi masyarakat, mengurangi beban ekonomi keluarga, serta mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Temuan survei ini memperlihatkan bahwa publik tidak hanya melihat MBG sebagai bantuan sosial semata, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program ini memang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan ketahanan pangan dan pembangunan kualitas generasi masa depan.
Secara terpisah, Mardiono juga menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini tengah fokus pada pembenahan mendasar tata kelola ekonomi nasional, termasuk menutup berbagai kebocoran dalam pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, transformasi yang sedang dijalankan bertujuan membangun struktur ekonomi nasional yang lebih adil dan berdaulat, sehingga kekayaan negara dapat benar-benar dinikmati oleh rakyat luas, bukan hanya segelintir pihak.
“Ini adalah momentum untuk memperbaiki arah bangsa, jangan biarkan kepentingan sempit menghambat perjuangan besar menuju keadilan ekonomi. Pemerintah akan tetap berdiri tegak di sisi rakyat,” kata Mardiono.
Di lapangan, program MBG sendiri terus diperluas dengan penyesuaian mekanisme distribusi dan jadwal penyaluran yang lebih efektif, termasuk fokus penyaluran pada hari aktif sekolah.
Dengan evaluasi yang terus berjalan dan dukungan mayoritas publik, pemerintah berharap MBG dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat kualitas gizi nasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”