NTP Jambi Turun 1,08 Persen, Daya Tukar Petani Tertekan..

Pertanian3 Views

NUSAREPORT-Jambi,-  Daya tukar petani di Provinsi Jambi mengalami tekanan pada Oktober 2026. Penurunan harga hasil produksi pertanian yang diterima petani, di tengah meningkatnya pengeluaran rumah tangga dan biaya produksi, menyebabkan Nilai Tukar Petani (NTP) turun 1,08 persen menjadi 194,01 dari 196,13 pada September 2026.

Penurunan NTP tersebut dipicu oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,33 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) meningkat sebesar 0,76 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan beban pengeluaran petani belum diimbangi oleh pergerakan harga hasil pertanian yang mereka jual.

Secara keseluruhan, penurunan NTP Oktober 2026 dipengaruhi oleh melemahnya empat subsektor pertanian, yakni tanaman pangan sebesar 1,35 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,64 persen, peternakan sebesar 2,37 persen, dan perikanan sebesar 0,12 persen. Sementara itu, subsektor hortikultura justru mencatat peningkatan sebesar 12,59 persen.

Subsektor peternakan menjadi sektor dengan penurunan NTP paling dalam. Nilainya turun dari 100,02 pada September menjadi 97,64 pada Oktober 2026. Penurunan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) merosot sebesar 1,47 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) meningkat sebesar 0,92 persen.

Pelemahan harga pada subsektor peternakan terutama terjadi pada kelompok unggas, khususnya ayam ras pedaging sebesar 2,68 persen, serta kelompok hasil ternak, khususnya telur ayam ras dan telur itik/bebek sebesar 0,82 persen.

Tekanan juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat. NTP sektor ini turun sebesar 1,64 persen, dari 220,42 menjadi 216,81. Penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,89 persen dipengaruhi oleh komoditas kelapa sawit, kulit/kayu manis, dan pinang.

Sementara itu, NTP tanaman pangan turun sebesar 1,35 persen menjadi 105,95. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya indeks harga kelompok padi (gabah) sebesar 0,78 persen.

Berbeda dengan subsektor lainnya, hortikultura justru menunjukkan perkembangan positif. NTP hortikultura meningkat sebesar 12,59 persen, dari 130,82 pada September menjadi 147,29 pada Oktober 2026.

Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 12,96 persen. Kenaikan terutama terjadi pada kelompok sayur-sayuran sebesar 13,66 persen, khususnya cabai merah, cabai rawit, dan kacang panjang. Kelompok buah-buahan meningkat sebesar 0,84 persen, terutama nanas dan pepaya, sedangkan kelompok tanaman obat naik sebesar 0,48 persen, terutama lengkuas, kencur, dan jahe.

Di sisi pengeluaran, BPS mencatat Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Provinsi Jambi pada Oktober 2026 meningkat sebesar 0,76 persen, dari 129,28 menjadi 130,27. Kenaikan ini terjadi pada seluruh subsektor pertanian, yakni tanaman pangan sebesar 0,97 persen, hortikultura 0,33 persen, perkebunan rakyat 0,76 persen, peternakan 0,92 persen, dan perikanan 0,53 persen.

Kenaikan pengeluaran juga tercermin dari Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang meningkat sebesar 0,93 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,67 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,40 persen.

Sebaliknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,14 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,10 persen.

Meskipun mengalami penurunan secara bulanan, posisi NTP Provinsi Jambi masih relatif tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Sumatra. Pada Oktober 2026, NTP Jambi sebesar 194,01 menempati urutan kedua dari sepuluh provinsi di Sumatra. Posisi tertinggi ditempati Provinsi Bengkulu dengan NTP sebesar 208,27, sedangkan posisi terendah berada di Kepulauan Riau sebesar 114,78.

Dari sepuluh provinsi di Sumatra, enam provinsi mengalami kenaikan NTP. Kenaikan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan sebesar 5,24 persen, sementara penurunan terdalam terjadi di Provinsi Riau sebesar 4,64 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, NTP Provinsi Jambi Oktober 2026 masih menunjukkan peningkatan sebesar 11,17 persen dibandingkan Oktober 2025. Peningkatan tahunan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 12,67 persen. Sebaliknya, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 3,10 persen.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi pada Oktober 2026 juga mengalami penurunan sebesar 0,45 persen, dari 200,04 pada September menjadi 199,13.

Penurunan NTUP terjadi pada tiga subsektor, yakni tanaman pangan sebesar 0,63 persen, perkebunan rakyat sebesar 1,02 persen, dan peternakan sebesar 1,83 persen. Sebaliknya, subsektor hortikultura mengalami kenaikan sebesar 13,17 persen dan perikanan meningkat sebesar 0,65 persen.

Meski mengalami penurunan secara bulanan, NTUP Provinsi Jambi pada Oktober 2026 masih lebih tinggi 10,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sumber : BRS- BPS Provinsi Jambi Nomor 56/11/15/Th. XX, tanggal 2 November 2026.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *