Dumai, 22 November 2025 — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Salah seorang akademisi daerah, Dr. Mona Novita, M.Pd., berhasil meraih penghargaan Ilmuwan Madya Pesisir Selat Melaka 2025 pada ajang internasional International Conference PIPSM 2025 & Penganugerahan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka yang diselenggarakan di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Sabtu (22/11).

Dr. Mona merupakan dosen Institut Agama Islam Yasni Bungo dan juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Bungo SDGs Center, sebuah lembaga riset yang berfokus pada pengembangan literasi pembangunan berkelanjutan serta penguatan kolaborasi lintas sektor di wilayah Bungo dan kawasan pesisir.

Penghargaan dari Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) ini diberikan kepada Dr. Mona berdasarkan rekam jejak kontribusinya dalam bidang pendidikan Islam, riset pemberdayaan masyarakat, dan penguatan literasi SDGs. Penetapan penerima penghargaan dituangkan dalam surat resmi PIPSM Nomor 03/889/PIPSM/XI/2025.

Prestasi ini diraih setelah melalui proses seleksi ketat dalam Lomba Esai Ilmiah Internasional 2025. Berdasarkan dokumen resmi, peserta wajib mengirimkan esai bertema “Pesisir Selat Melaka dari Berbagai Perspektif,” sebelum masuk ke tahap presentasi final di hadapan dewan juri. Dalam kompetisi tersebut, Dr. Mona menulis esai berjudul “Islamic Maritime Leadership: Reconstructing Educational Values and Entrepreneurial Spirit of the Malay–Islamic Civilization in the Straits of Melaka” bersama Dina Istiana, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Yasni Bungo.

Proses penilaian mencakup penguasaan materi, ketajaman argumen, kualitas penyampaian, serta kemampuan mempertahankan gagasan saat sesi tanya jawab. Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, Dr. Mona dinyatakan layak menerima penghargaan Ilmuwan Madya Pesisir Selat Melaka 2025.

Acara ini juga dihadiri oleh akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Beberapa pembicara utama yang tampil antara lain Prof. Noriah Mohamed (UKM), Prof. Dr. Ahmad Zakl Bin Abu Bakar (Universiti Geomatika Malaysia), Dr. Windayani, M.Pd. (IAITF Dumai), Dr. Nurlin Sofiya Mohamad Nadzil (UiTM Melaka), serta Dr. Musa Thahir, M.Pd. (Institut Keislaman Tuah Negeri).

Dalam sambutannya, Dr. Mona menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar prestasi ini membawa manfaat yang lebih luas.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk dunia pendidikan dan masyarakat Bungo. Kami di Bungo SDGs Center berkomitmen terus memperkuat kolaborasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain penganugerahan ilmuwan, rangkaian konferensi juga diisi dengan penandatanganan MoU antara IAITF Dumai dan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Agama Islam Yasni Bungo, sebagai langkah mempererat jejaring akademik di kawasan Melayu–Nusantara.

Reporter: NUSAREPORT Bungo

Editor: Redaksi Nusarepor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *