NUSAREPORT- Bungo,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi demokrasi di tingkat lokal. Kamis, 5 Februari 2026, KPU Bungo menggelar pertemuan perdana Sekolah Pemilu Angkatan ke-II yang berlangsung di Aula KPU Kabupaten Bungo.

Sebanyak 20 peserta didik ambil bagian dalam angkatan kedua ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, mantan penyelenggara pemilu, hingga masyarakat umum. Jumlah tersebut tercatat lebih banyak dibandingkan angkatan pertama, menandakan meningkatnya minat publik untuk memahami proses kepemiluan secara lebih utuh.

Sekretaris KPU Kabupaten Bungo, M. Panca, menilai tingginya partisipasi ini sebagai sinyal positif bagi penguatan demokrasi di daerah.

“Meningkatnya jumlah peserta menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya memahami proses pemilu, bukan hanya saat hari pencoblosan, tetapi sejak tahapan awal hingga akhir,” ujar M. Panca usai pertemuan.

Ia menambahkan, Sekolah Pemilu dirancang sebagai ruang belajar bersama yang terbuka dan partisipatif, agar peserta tidak hanya memahami aspek teknis pemilu, tetapi juga nilai-nilai demokrasi, etika kepemiluan, serta peran strategis warga negara.

Pertemuan perdana ini difokuskan pada penyepakatan jadwal dan teknis pelaksanaanSekolah Pemilu. Dari hasil diskusi, disepakati bahwa pembukaan resmi Sekolah Pemilu Angkatan II akan dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan menghadirkan alumni Sekolah Pemilu Angkatan I sebagai bagian dari upaya berbagi pengalaman dan pembelajaran berkelanjutan.

Sekolah Pemilu KPU Kabupaten Bungo sendiri merupakan program unggulan dan hingga kini tercatat sebagai satu-satunya program serupa yang dijalankan oleh KPU kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Program ini menjadi wujud konkret peran KPU tidak hanya sebagai penyelenggara pemilu, tetapi juga sebagai institusi pendidikan demokrasi.

“Harapan kami, lulusan Sekolah Pemilu ini dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, sehingga kualitas partisipasi pemilih ke depan semakin baik dan rasional,” kata M. Panca.

Melalui Sekolah Pemilu, KPU Bungo berupaya menanamkan pemahaman bahwa pemilu bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan proses demokrasi yang menentukan arah kebijakan dan masa depan daerah.

NUSAREPORT Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *