NUSAREPORT- Bungo-Jambi, Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat strategi edukasi untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya fokus pada distribusi dan penyediaan pangan, BGN kini menekankan pentingnya literasi gizi langsung di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, secara tegas menginstruksikan para Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) agar turun langsung ke ruang kelas menjadi “guru” dadakan bagi para siswa. Menurutnya, peran SPPG tidak boleh berhenti sebatas urusan logistik dan dapur, tetapi harus berkontribusi aktif dalam membangun kesadaran gizi sejak dini.

“Kepala SPPG diminta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendapatkan waktu khusus mengajar di kelas. Minta satu jam menjadi guru, lalu bergantian ke kelas berikutnya. Jelaskan soal pentingnya makan bergizi,” ujar Nanik, Minggu (15/2/2026).

Langkah ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai kandungan gizi dalam menu MBG, sekaligus membangun kesadaran akan manfaat nutrisi bagi pertumbuhan fisik, kesehatan, serta kecerdasan. Edukasi langsung di kelas diharapkan mampu membentuk kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan, tidak hanya saat program berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Nanik mendorong pendekatan yang kreatif dan komunikatif. Ia mengapresiasi sejumlah SPPG yang menggunakan metode unik, seperti mengenakan kostum tokoh komik, untuk menarik minat anak-anak agar gemar mengonsumsi sayur dan makanan bergizi lainnya.

“Edukasi gizi harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak akan lebih mudah menerima jika pendekatannya kreatif dan interaktif,” katanya.

Upaya ini sejalan dengan permintaan BGN kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar mendukung penyediaan ruang dan waktu khusus bagi edukasi gizi di sekolah. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas program MBG sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *