
NUSAREPORT — Bungo , Selasa 13 Januari 2026. Gelombang protes buruh kembali mengarah ke Senayan. Aliansi buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh memastikan akan menggelar aksi besar-besaran di Gedung DPR RI dan Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Aksi tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 buruh, terutama dari wilayah Jabodetabek serta kawasan industri penyangga seperti Karawang dan Purwakarta. Dua isu utama menjadi pemicu mobilisasi massa: penolakan terhadap kebijakan upah murah dan penentangan terhadap wacana Pilkada yang dipilih melalui DPRD.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi jalanan menjadi pilihan terakhir ketika mekanisme formal negara gagal menghadirkan keadilan substantif bagi kaum pekerja.
“Selama kebenaran dan keadilan untuk buruh tidak ditegakkan oleh lembaga-lembaga resmi negara, buruh akan terus turun ke jalan,” tegas Said Iqbal, Selasa (13/1/2026).
Tekanan buruh menguat seiring belum dijalankannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024 yang memerintahkan pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang benar-benar baru. Putusan tersebut memberikan tenggat waktu maksimal dua tahun sejak Oktober 2024 dan secara tegas menolak pendekatan tambal-sulam regulasi lama, termasuk turunan Undang-Undang Cipta Kerja.
Di daerah, keresahan buruh mencerminkan persoalan yang sama. Hofni, EXCO Partai Buruh/KSPI Kabupaten Bungo, menegaskan bahwa tuntutan buruh bukan hanya soal kenaikan upah, melainkan pengakuan negara terhadap posisi buruh sebagai pilar pembangunan nasional.
“Buruh harus mendapatkan keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan dan kesejahteraan. Buruh bukan kaum yang termarjinalkan, melainkan komponen penting pembangunan bangsa. Kami juga bagian dari alat produksi negara,” ujar Hofni.di Muara Bungo 13/1/2026
Menurut Hofni, buruh di daerah bergerak dalam satu garis komando organisasi nasional. Sikap dan langkah buruh Kabupaten Bungo sepenuhnya mengikuti arahan serta keputusan pimpinan pusat dalam menyikapi aksi nasional 15 Januari 2026 di Jakarta. Saat ini, jumlah buruh yang tercatat di Kabupaten Bungo diperkirakan sekitar 5.000 orang, yang tergabung dalam berbagai serikat buruh lintas sektor.
Aksi pada 15 Januari 2026 dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB di depan Gedung DPR RI dan berlanjut menuju Kementerian Ketenagakerjaan RI pada sore hari. Buruh menegaskan, apabila tuntutan kembali diabaikan, gelombang aksi lanjutan akan terus digelar sebagai bentuk tekanan politik dan konstitusional.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”