
NUSAREPORT-Jakarta, Pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas beras, berada pada posisi yang relatif aman hingga akhir tahun. Cadangan beras nasional bahkan disebut mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini telah menembus angka sekitar 4 juta ton. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah dalam beberapa waktu ke depan seiring dengan peningkatan produksi dan serapan gabah petani.
Laporan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/3/2026).
Menurut Amran, posisi cadangan beras tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok pangan nasional. Dengan jumlah tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan beras masyarakat dapat terjamin hingga akhir tahun.
“Hari ini cadangan beras mencapai sekitar empat juta ton. Data dua hari lalu sudah menyentuh angka tersebut dan kemungkinan bulan depan bisa mendekati lima juta ton. Dengan posisi ini, cadangan beras kita cukup untuk ratusan hari ke depan,” ujar Amran dalam laporannya.
Cadangan tersebut dinilai penting sebagai bantalan stabilitas pangan nasional, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, gejolak harga global, maupun peningkatan kebutuhan domestik.
Selain beras, pemerintah juga mencatat perkembangan positif pada sejumlah komoditas strategis lain di sektor pertanian. Salah satunya berasal dari ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang disebut mengalami peningkatan signifikan.
Menurut Amran, ekspor CPO Indonesia meningkat hingga sekitar enam juta ton. Kenaikan ini dinilai memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian sekaligus menopang kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk program energi terbarukan berbasis biofuel.
“Kita membutuhkan sekitar 5,3 juta ton untuk biofuel, sementara ekspor juga meningkat. Artinya, sektor ini masih memberikan kontribusi besar bagi ekonomi nasional,” kata Amran.
Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan kinerja positif terhadap perekonomian nasional. Data pemerintah mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian mencapai sekitar 5,74 persen—angka yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam sekitar 25 tahun terakhir.
Selain itu, indikator kesejahteraan petani yang tercermin dalam Nilai Tukar Petani (NTP) juga disebut mengalami peningkatan dan berada pada level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Amran menilai capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah serta kebijakan penurunan harga pupuk yang diklaim mencapai sekitar 20 persen.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi fondasi ketahanan pangan Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu memperhatikan seluruh komoditas pangan strategis, tidak hanya beras.
Menurut Presiden, kebutuhan protein masyarakat juga harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan pangan nasional.
“Saya kira ini menunjukkan fondasi yang cukup kuat. Apapun yang terjadi, pangan kita harus aman. Tetapi semua komoditas tetap harus dicermati, terutama sumber protein bagi masyarakat,” ujar Prabowo.
Ia menilai sektor perikanan, baik perikanan darat, budidaya, maupun perikanan tangkap di laut, memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan protein nasional secara cepat.
Sejumlah pengamat sebelumnya juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya cadangan beras, tetapi juga oleh stabilitas produksi, distribusi, serta daya beli masyarakat terhadap bahan pangan.
Karena itu, keberlanjutan kebijakan produksi, perlindungan petani, serta penguatan sistem logistik pangan dinilai tetap menjadi kunci agar capaian ketahanan pangan nasional dapat terjaga dalam jangka panjang.
Dengan kombinasi peningkatan produksi, penguatan cadangan strategis, serta dukungan kebijakan pemerintah, Indonesia kini menempatkan sektor pangan sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta“