
NUSAREPORT – Muara Bungo ,- Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH/Bun) memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan meningkatkan luasan tanam cabai sebagai komoditas yang paling sering memicu kenaikan harga. Hingga 2025, total luasan pertanaman cabai mencapai 65 hektare, termasuk 16 hektare dukungan sebaran produksi, dan saat ini 2 hektare sedang memasuki masa panen untuk menambah suplai pasar akhir tahun.
Kepala Dinas TPH/Bun, Muhammad Hasbi, S.P., M.Si., yang ditemui Redaksi NUSAREPORT pada Minggu (7/12), menjelaskan bahwa perluasan tanam merupakan strategi menjaga pasokan tetap aman agar harga tidak bergejolak.
Cabai sangat sensitif terhadap inflasi. Karena itu kami memastikan produksinya stabil agar pasokan tidak pernah kosong, terutama menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Dalam diskusi ringan tersebut, Hasbi juga menegaskan bahwa TPH/Bun telah menyiapkan pola tanam terukur dan pendampingan penyuluh agar produksi lebih merata.
“Kami ingin pasokan cabai tersedia tiap bulan. Dengan kalender tanam yang rapi, inflasi bisa ditekan dan masyarakat terlindungi dari lonjakan harga,” tambahnya.
Langkah TPH/Bun ini menjadi bagian penting kerja berbagai OPD dalam menjaga inflasi Kabupaten Bungo tetap terkendali, terutama di tengah meningkatnya konsumsi dan potensi gangguan cuaca akhir tahun. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap berbelanja bijak dan mendukung produk petani lokal untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.(Redaksi)