{"eId":"470585988662298","CameraPosition":1}

Probolinggo, 18 Oktober 2025 – Dr. Mona Novita, M.Pd., Direktur Eksekutif Pusat Studi Bungo SDGs Center (BSC), meraih penghargaan bergengsi “Pemimpin Visioner (Visionary Leader)” dan resmi menjabat Wakil Direktur Bidang Kemitraan, Publikasi, dan Humas Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (PERMAPENDIS) Indonesia Periode 2025 – 2029.

Penunjukan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian International Conference “The Future is Now: Reimagining Knowledge, Power, and Justice in a Changing World” yang berlangsung di Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Probolinggo, Jawa Timur. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan pemimpin pendidikan Islam dari berbagai negara dan menjadi momentum penguatan jejaring riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat berbasis nilai keislaman.

Paparan Ilmiah “From Research to Impact”

Dalam sesi utama konferensi, Dr. Mona membawakan materi berjudul “From Research to Impact: Strengthening the Institutional Research Ecosystem and Localizing the SDGs Through Islamic Higher Education in Indonesia.”

Ia menekankan perlunya penguatan ekosistem riset di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) agar hasil penelitian berdampak langsung bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) secara lokal.

Dr. Mona menjelaskan bahwa transformasi riset menuju dampak sosial memerlukan tiga pilar utama:

  1. Tata kelola riset kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan mitra komunitas;
  2. Integrasi riset dengan pengabdian masyarakat berbasis aset dan data; serta
  3. Digitalisasi manajemen penelitian untuk meningkatkan transparansi dan keberlanjutan.

“Riset di perguruan tinggi Islam harus menjadi motor perubahan sosial. Kita harus memastikan bahwa pengetahuan yang dihasilkan berkontribusi langsung bagi masyarakat dan mendukung misi kemanusiaan Islam,” ujar Dr. Mona Novita dalam diskusi panel internasional tersebut.

Apresiasi Sebagai Pemimpin Visioner

Atas kontribusinya dalam memajukan riset dan inovasi pendidikan Islam, Dr. Mona Novita menerima penghargaan “Pemimpin Visioner (Visionary Leader)” dari Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (PERMAPENDIS) Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Prof. Dr. H. Badruddin, M.Ag., CEAM, Ketua Umum PERMAPENDIS, pada penutupan konferensi internasional UNUJA.

Menurut panitia, penghargaan ini diberikan kepada tokoh akademik yang memiliki visi strategis dalam memperkuat jejaring riset, mendorong inovasi berbasis nilai Islam, dan aktif membangun kolaborasi lintas sektor dalam skema Pentahelix (Perguruan Tinggi, Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, dan Media).

Pelantikan dan Peran Strategis di LEMDIKLAT PERMAPENDIS Indonesia

Pelantikan Dr. Mona Novita berdasarkan Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Nomor: A.010/DPP-PPI/X/2025 tentang Pengangkatan Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan dan Pelatihan PERMAPENDIS Periode 2025 – 2029.

Sebagai Wakil Direktur Bidang Kemitraan, Publikasi, dan Humas, ia akan memperkuat program pelatihan, pengembangan jejaring akademik, dan kapasitas manajerial pendidikan Islam secara nasional.

“LEMDIKLAT PERMAPENDIS akan kami jadikan wadah sinergi antara lembaga nasional dan pusat studi daerah seperti Bungo SDGs Center. Kita ingin pelatihan dan riset tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kiprah Akademik dan Kepemimpinan Riset

Dr. Mona Novita, lahir di Bungo pada 27 November 1988, adalah akademisi muda yang aktif dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dan riset kebijakan pendidikan. Ia saat ini memimpin Bungo SDGs Center, pusat studi yang berfokus pada integrasi ilmu, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Sebelumnya, Dr. Mona menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAI Yasni Bungo (2023 – 2025) dan berhasil menginisiasi digitalisasi manajemen penelitian serta mengembangkan model research-to-impact berbasis SDGs.

Beliau juga tercatat beberapa kali menerima hibah kompetitif nasional Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Kementerian Agama RI, dan aktif dalam kolaborasi internasional pengabdian masyarakat bersama universitas mitra di Asia Tenggara. Dengan rekam jejak akademik yang produktif, Dr. Mona kini berproyeksi menuju jabatan Guru Besar, sejalan dengan kiprahnya dalam publikasi ilmiah dan penguatan kepemimpinan akademik.

Kehadirannya di struktur nasional LEMDIKLAT PERMAPENDIS menegaskan komitmen Dr. Mona untuk menghubungkan inovasi riset dan pendidikan lokal dengan agenda pembangunan Islam berkelanjutan secara nasional.

Forum Akademik Internasional

Konferensi internasional UNUJA 2025 diikuti oleh tokoh dan akademisi terkemuka dari berbagai negara, antara lain:

  • Dr. KH. Najiburrahman, M.A., M.Pd. (Rektor UNUJA)
  • Prof. Dr. H. Badruddin, M.Ag., CEAM (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  • Prof. Dr. H. Khusnulridha, M.Pd. (UIN KH. Achmad Siddiq Jember)
  • Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I.
  • Assoc. Prof. Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd. (UNUJA Indonesia)
  • Dr. Lia Istifhama, M.E.I. (DPD RI)
  • Dr. Moses Adeleke Adeoye (University of Ilorin, Nigeria)
  • Madya Dr. Zuralda Abdullah (University Malaysia)
  • Prof. Dr. Ombra A. Imam (University Philippines)
  • Shahzadi Hina Salin (University Pakistan)

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan pertukaran gagasan tentang masa depan pendidikan Islam global.

Penganugerahan “Visionary Leader” dan penunjukan Dr. Mona Novita sebagai Wakil Direktur LEMDIKLAT PERMAPENDIS Indonesia menjadi tonggak baru dalam kiprah akademik dan kepemimpinannya. Langkah ini menegaskan sinergi antara lembaga nasional dan pusat studi daerah, serta memperkuat peran Bungo SDGs Center sebagai model penerapan ilmu dan inovasi berkelanjutan dari Sumatera untuk Indonesia.

Jurnalis: Prasetiyo/*
Disusun oleh: Redaksi / nusareport.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *