NUSAREPORT-Jakarta, 19/1/2026,-   Dua sekolah di bawah naungan organisasi Islam Muhammadiyah mencatatkan capaian nasional dengan menempati posisi teratas sekolah paling berprestasi di Indonesia untuk jenjang SD dan SMA. Prestasi tersebut menjadikan keduanya rujukan strategis bagi orang tua menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang dikelola Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), SD Muhammadiyah Condongcatur, Yogyakarta, dinobatkan sebagai sekolah dasar paling berprestasi nomor satu di Indonesia. Sementara untuk jenjang SMA, prestasi tertinggi diraih oleh SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Jawa Tengah.

SIMT merupakan basis data nasional yang menghimpun capaian prestasi sekolah dan perguruan tinggi dari ajang nasional hingga internasional yang telah melalui proses kurasi Puspresnas. Hingga saat ini, terdapat 285 ajang resmi yang diakui, meliputi bidang sains dan inovasi, budaya dan seni, serta olahraga.

Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan perencanaan sistematis. Sekolah mengembangkan sinergi antara program unggulan, manajemen administrasi yang tertib, kualitas guru pembimbing, kesiapan peserta didik, serta dukungan aktif wali murid.

“Kami menempatkan sekolah ini pada visi ‘Sekolah Para Juara’. Sejak awal, anak-anak dibiasakan untuk berkompetisi secara sehat dan percaya diri,” ujar Sulasmi, Minggu, 18 Januari 2026.

Data SIMT mencatat akselerasi prestasi signifikan SD Muhammadiyah Condongcatur dalam beberapa tahun terakhir. Puncaknya terjadi pada 2025 dengan raihan 289 prestasi dalam satu tahun. Bahkan, pada Semester I Tahun Ajaran 2025/2026, mayoritas prestasi diraih di level internasional dengan total 537 capaian. Sementara prestasi tingkat provinsi tercatat 127 capaian, nasional 63 capaian, regional 92 capaian, kabupaten 52 capaian, dan kecamatan 17 capaian.

Sulasmi menegaskan, Sekolah Muhammadiyah harus mampu bersaing sekaligus tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.

“Kami berharap bukan hanya Condongcatur atau Sapen, tetapi seluruh sekolah Muhammadiyah dapat menjadi pusat lahirnya prestasi dan kader unggul bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen menunjukkan konsistensi prestasi pada jenjang pendidikan menengah. Sekolah ini mulai mengintegrasikan sistem kurasi prestasi Puspresnas sejak 2023. Dua siswanya, Muhammad Azhar Aziz dan Ahmad Yasser Aulia Tanjung, tercatat sebagai peraih Medali Perunggu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022 pada bidang Matematika, Sains, dan Teknologi.

Penanggung Jawab Bidang Prestasi SMA Trensains, Yesi Yuliani, menyebutkan bahwa pemahaman terhadap sistem kurasi menjadi titik balik peningkatan prestasi siswa.

“Tahun ajaran 2024–2025, kami meraih 647 prestasi pada semester ganjil. Tren peningkatannya sangat signifikan,” ujarnya.

Pada tahun ajaran 2022–2023, SMA Trensains mencatatkan 429 prestasi di berbagai level, dari provinsi hingga internasional. Dampak konkret juga terlihat pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pada SNBP 2025, sebanyak 90 persen prestasi siswa yang dilampirkan telah terkurasi Puspresnas. Hasilnya, 13 siswa atau 52 persen peserta eligible dinyatakan lolos seleksi.

Capaian dua sekolah Muhammadiyah tersebut menegaskan bahwa pendidikan berbasis prestasi, karakter, dan tata kelola yang baik mampu menghasilkan daya saing nasional hingga global, tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *