
NUSAREPORT – Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan apresiasi atas bergabungnya Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) ke dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di bawah kepemimpinan Jumhur Hidayat. Langkah ini dinilai sebagai penguatan konsolidasi gerakan buruh nasional, khususnya di sektor strategis penerbangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli usai penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV KSPSI yang digelar di Jakarta, Jumat (13/2/2026) malam. Menurutnya, bergabungnya FSPPI akan memperbesar daya jangkau, soliditas, dan kekuatan advokasi KSPSI dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.
“Semoga bisa memberikan dampak dan suara yang lebih besar bagi KSPSI,” ujar Yassierli kepada wartawan.
Ia berharap sinergi tersebut mampu memperkuat agenda pemerintah dalam mewujudkan visi Maju Industrinya, Sejahtera Buruhnya, yakni memastikan pertumbuhan industri berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Deklarasi bergabungnya FSPPI bersama enam serikat pekerja afiliasinya diumumkan secara resmi dalam pembukaan Rakornas II dan Rakernas IV KSPSI, Kamis (12/2/2026). Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh pimpinan masing-masing serikat, ditegaskan bahwa keputusan ini dilandasi kesamaan visi, semangat perjuangan, serta keyakinan bahwa KSPSI merupakan mitra strategis yang solid dan kredibel. Seluruh anggota yang bergabung juga menyatakan komitmen untuk menaati serta menjunjung tinggi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KSPSI.
Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai kehadiran FSPPI beserta jajarannya akan semakin memperkuat soliditas organisasi dalam memperjuangkan kepentingan buruh. “Ini menambah energi kami untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh bersama pemerintah, DPR, dan dunia usaha,” tegasnya.
Jumhur juga mengajak seluruh anggota serikat pekerja sektor penerbangan yang baru bergabung untuk bersinergi dengan anggota KSPSI lainnya, tidak hanya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan.
Enam serikat pekerja sektor penerbangan yang tergabung dalam FSPPI dan kini menjadi bagian dari KSPSI meliputi Asosiasi Pilot Garuda, Serikat Pekerja Gapura Angkasa, Serikat Pekerja Angkasa Pura, Serikat Pekerja GMF, Serikat Pekerja Aero Trans Indonesia, dan Serikat Karyawan Airnav.
Bergabungnya federasi pekerja sektor penerbangan ini menandai babak baru konsolidasi gerakan buruh nasional, dengan harapan terciptanya sinergi yang semakin kuat antara pekerja, pemerintah, dan pelaku usaha.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Mugiyanto menilai bahwa di era pemerintahan Prabowo Subianto, gerakan buruh mendapatkan perhatian dan pengakuan yang lebih besar dari negara. “Gerakan buruh mendapatkan privilese yang luar biasa dari pemerintah,” ujarnya.
Ia mencontohkan kehadiran Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, sebagai simbol kuat pengakuan negara terhadap peran strategis kaum buruh. “Ini salah satu pencapaian penting, bentuk rekognisi pemerintah atas buruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai Indonesia beruntung memiliki Presiden yang berpihak kepada buruh. Menurutnya, keberpihakan tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan hubungan industrial yang lebih adil, harmonis, dan produktif.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”