NUSAREPORT – Bungo,- Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, ditopang stok program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar 1,5 juta ton.

“Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini mungkin pertama di bulan Februari stok mencapai 3,4 juta ton,” ujar Amran saat membuka GPM serentak di 38 provinsi.

Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan minyak goreng sekitar 700.000 ton dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, harga acuan daging ayam Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi Rp140.000 per kilogram.

Di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pelaksanaan GPM dilakukan melalui sinergi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo bersama Perum Bulog Cabang Muara Bungo. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan.

Berdasarkan data resmi Perum Bulog Kancab Muara Bungo per 9 Februari 2026, stok pangan di wilayah ini terpantau aman. Beras medium tersedia sebanyak 385.315 kilogram di gudang dan 3.603.800 kilogram dalam perjalanan distribusi. Sementara beras premium tercatat 179.718 kilogram, gula 3.200 kilogram, minyak goreng 29.520 liter, jagung 75.653 kilogram, serta daging kerbau 1.800 kilogram.

Meski stok komoditas utama relatif aman, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap fluktuasi harga dan pasokan bahan pokok strategis lainnya, khususnya bawang merah, bawang putih, serta aneka jenis cabai yang dikenal sensitif terhadap gangguan distribusi dan cuaca. Pemantauan intensif terhadap kondisi pasar di Muara Bungo menjadi penting guna mencegah lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi, monitoring lapangan, serta kesiapan operasi pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Melalui GPM, pemerintah berharap stabilitas pangan nasional tetap terjaga, distribusi berjalan merata, serta daya beli masyarakat terlindungi di tengah meningkatnya kebutuhan jelang bulan suci.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *