BUNGO, NUSAREPORT.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan pentingnya percepatan realisasi Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bungo, Selasa (5/8/2025). Dalam agenda strategis ini, Gubernur bertemu langsung dengan Bupati Bungo, seluruh kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Bungo untuk membangun sinergi lintas sektor.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Dandim 0416/Bute dan Ketua DPRD Bungo, Al Haris menyoroti pentingnya keselarasan antara kebijakan pusat, provinsi, dan kabupaten melalui integrasi RPJMN, RPJMD Provinsi, hingga RPJMD Kabupaten.

“Program – program presiden seperti MBG, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat dan juga Ketahanan Pangan ini mesti juga kita lakukan dengan seksama”  ujar Al Haris dalam wawancaranya.

Ia menekankan bahwa Kabupaten Bungo memiliki potensi besar untuk menyukseskan berbagai program strategis nasional, asalkan semua pihak bergerak cepat dan kompak.

Bungo SDGs Center: Program Nasional Harus Diiringi Komitmen dan Langkah Kolaboratif

Menanggapi pernyataan Gubernur, Bungo SDGs Center menyambut baik ajakan sinergi lintas level pemerintahan tersebut. Lembaga riset dan advokasi pembangunan berkelanjutan ini menyoroti pentingnya pelaksanaan program nasional dengan berbasis pada data, kapasitas lokal, dan dukungan kebijakan yang progresif.

“Program Ketahanan Pangan sangat berkorelasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Minimal bisa menaikkan angka ketahanan pangan daerah,” kata Acep Sopandi, peneliti dari Bungo SDGs Center.

Acep menyoroti tantangan sebelumnya seperti alih fungsi lahan dan perubahan mata pencaharian masyarakat, yang membuat ketahanan pangan sempat melemah. Namun, ia optimistis program ini bisa diakselerasi melalui potensi desa.

“Dana Desa sebesar 20% untuk ketahanan pangan bisa dimaksimalkan hingga ke level desa. Tapi, program ini harus dikawal dengan analisis yang tepat agar tidak menimbulkan kelangkaan bahan pangan lokal,” tegasnya.

Menurut Bungo SDGs Center, keberhasilan MBG, Sekolah Rakyat dan program-program Asta Cita lainnya sangat bergantung pada kesiapan daerah, terutama MBG untuk menjadi produsen pangan, bukan hanya konsumen.

“Kita tidak bisa berharap daerah lain menyuplai, karena mereka pun menjalankan program yang sama. Maka Bungo harus mandiri dalam pasokan pangan,” tambah Acep.

Desakan Percepatan dan Akselerasi oleh Pemerintah Kabupaten

Menutup pernyataannya, Acep Sopandi menegaskan bahwa pelaksanaan program prioritas nasional seperti MBG, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat dan Ketahanan Pangan harus dilakukan dengan komitmen penuh, keseriusan eksekusi, dan kolaborasi antarlembaga sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Dalam hal ini, Bupati perlu mengambil langkah akseleratif yang nyata dan terukur,” pungkasnya.

Jurnalis : Ra/*
Narasumber : Acep Sopandi
Referensi : BASS FM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *