
Ilustrasi Gambar (Dok- NR )
NUSAREPORT – Bungo,- Sabtu,27/12/2025, Di tengah derasnya arus media sosial, makna “guru keren” kerap disempitkan pada penampilan menarik atau kepiawaian membuat konten yang masuk For You Page (FYP). Tak sedikit pula yang menilai guru inspiratif dari seberapa viral ia di dunia digital, seolah jumlah pengikut dan sorotan kamera menjadi tolok ukur utama keberhasilan seorang pendidik.
Pandangan tersebut ditepis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui unggahan akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikdasmen menegaskan bahwa guru keren tidak ditentukan oleh penampilan modis, kecanggihan alat peraga, atau popularitas di media sosial.
Esensi guru keren, menurut Kemendikdasmen, justru terletak pada kemampuannya menyalakan semangat belajar dan membangun keyakinan dalam diri murid. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan sosok yang mampu menghidupkan harapan dan rasa ingin tahu di dalam kelas.
Guru keren adalah mereka yang mampu mengubah rasa malas menjadi semangat belajar, serta keraguan menjadi kepercayaan diri. Kehadirannya membuat siswa yakin bahwa mereka memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh dari batas yang selama ini mereka bayangkan.
Keberhasilan guru seperti ini tidak diukur dari tepuk tangan di media sosial, melainkan dari perubahan sikap muridnya. Murid yang menghargai proses belajar, belajar dengan sungguh-sungguh tanpa paksaan, dan menaruh hormat pada ilmu pengetahuan adalah cermin keberhasilan seorang pendidik.
“Guru keren bukan hanya soal penampilan atau metode, tetapi tentang bagaimana menyalakan semangat siswa, yang membuat siswa percaya bahwa mereka mampu melangkah lebih jauh,” tulis Ditjen GTK dalam keterangan resminya.
Pada akhirnya, guru keren adalah penerang di tengah keraguan siswa. Penampilan dan kemajuan teknologi hanyalah pendukung, sementara jiwa pendidikan tetap berakar pada hubungan manusia yang saling menginspirasi dan menguatkan.
Karena itu, para guru di seluruh Indonesia tak perlu berkecil hati jika tidak viral atau piawai membuat konten digital. Selama seorang guru mampu membuat satu siswa saja percaya pada mimpinya dan bersemangat untuk belajar, pada saat itulah ia telah menjadi guru keren yang sesungguhnya.(Redaksi)