NUSAREPORT – Jambi , Pemerintah resmi mewajibkan guru di satuan pendidikan untuk mengajarkan topik-topik gizi sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini tertuang dalam modul edukasi gizi yang disusun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan diluncurkan di Jakarta, Jumat, 28/11/2025. Modul tersebut memuat panduan teknis serta materi pembelajaran yang harus disampaikan kepada siswa, dan menjadi komponen wajib yang menyertai pelaksanaan MBG di sekolah.

Wamen Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan peluncuran modul ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pemberian makan bergizi tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan perubahan perilaku dan pemahaman siswa terkait gizi. Pemerintah beralasan bahwa keberhasilan MBG hanya akan optimal jika diikuti dengan literasi gizi yang kuat sejak pendidikan dasar. “Edukasi gizi adalah kunci agar anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi memahami pola makan sehat dan keberlanjutannya,” ujarnya.

Namun kebijakan ini menuai kritik dari kalangan pendidik. Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Imam Zanatul Haeri, menilai modul edukasi gizi tersebut berpotensi mengacaukan kurikulum dan menambah beban guru. Menurutnya, materi dalam modul tidak memiliki dasar dalam Keputusan Kepala BSKAP No. 46/2025 tentang Capaian Pembelajaran (CP) yang menjadi acuan kurikulum nasional. Ia menilai modul ini “dipaksakan masuk ke ruang kelas tanpa landasan pedagogis maupun relevansi yang jelas dengan tujuan belajar.”

Di tengah pro kontra tersebut, sekolah-sekolah dituntut menyiapkan guru untuk menerima tugas tambahan ini. Sejumlah kepala satuan pendidikan menyatakan perlunya pelatihan cepat, pendampingan, dan ketersediaan materi ajar yang mudah diterapkan agar integrasi edukasi gizi tidak mengganggu pembelajaran inti. Guru juga membutuhkan ruang penyesuaian beban kerja serta sinkronisasi kurikulum agar penyampaian materi gizi dapat berjalan efektif tanpa menambah tekanan administratif.

Meski tantangan mengemuka, pemerintah menyebut bahwa penerapan edukasi gizi di sekolah akan dilakukan bertahap. Kemendikdasmen memastikan penyempurnaan modul akan terus berlangsung seiring evaluasi implementasi di lapangan. ( Redaksi )

Sumber : Alliance Jumat, 28 November 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *