NUSAREPORT-Jakarta, Pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut hingga melampaui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan tersebut hanya akan diambil jika tekanan global terhadap harga energi tidak lagi mampu ditahan oleh kapasitas fiskal negara.

Dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat, 6/3 Purbaya mengatakan pemerintah pada prinsipnya berupaya menjaga agar subsidi energi tetap stabil. Namun jika anggaran negara benar-benar tidak kuat menahan lonjakan harga minyak dunia, maka pemerintah dan masyarakat perlu berbagi beban melalui penyesuaian harga BBM.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kenaikan harga BBM bukan opsi pertama. Pemerintah masih menyiapkan berbagai langkah mitigasi fiskal untuk menjaga stabilitas APBN. Salah satunya dengan melakukan realokasi belanja negara dari program yang dinilai memiliki tingkat urgensi lebih rendah, sementara program yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap dipertahankan.

Purbaya mencontohkan kemungkinan penyesuaian anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran, kata dia, tidak menyasar fungsi utama program dalam penyediaan makanan, melainkan pada kegiatan pendukung yang tidak langsung berkaitan dengan distribusi makanan, seperti pengadaan kendaraan operasional.

Di tengah dinamika tersebut, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang melonjak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Harga minyak jenis Brent Crude Oil tercatat naik sekitar 4,93 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak sekitar 8,51 persen ke level 81,01 dolar AS per barel, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada awal tahun 2026.

Meski demikian, Purbaya menilai Indonesia memiliki pengalaman menghadapi tekanan harga minyak yang lebih tinggi. Ia mengingatkan bahwa pada periode sebelumnya harga minyak dunia pernah mencapai sekitar 150 dolar AS per barel dan ekonomi nasional tetap mampu bertahan meskipun sempat mengalami perlambatan.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan harga BBM bersubsidi hingga saat ini masih tetap stabil dan pasokan nasional dalam kondisi aman, terutama menjelang momentum Idul Fitri ketika konsumsi energi masyarakat biasanya meningkat. Pemerintah menegaskan akan terus memantau dinamika harga energi global serta menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan daya beli masyarakat.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *