NUSAREPORT – Jambi,- Jumat, 12 Desember 2025 ,- Upaya memerangi peredaran narkotika kini memasuki babak baru dengan hadirnya inovasi Sistem Pembangunan Konektivitas Basis Data Integrasi Narkotika, atau BINAR. Terobosan yang digagas Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jambi, Rachmad Rasnova, ini dinilai dapat mempermudah pemetaan masalah narkotika secara lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi.

Melalui BINAR, data terkait pemberantasan, layanan rehabilitasi, hingga berbagai aspek lain yang selama ini tercecer di sejumlah instansi dapat diintegrasikan dalam satu sistem. Harapannya, kerja-kerja penegakan hukum dan layanan masyarakat menjadi lebih efektif.

Dukungan mengalir dari pucuk pimpinan BNN RI. Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, menyebut inovasi BINAR sebagai langkah penting memperkuat sumber daya manusia dan mendorong digitalisasi di tubuh BNN.

“Kami sangat mendukung penguatan SDM dan digitalisasi. Inovasi seperti ini dibutuhkan untuk mempercepat kerja-kerja pemberantasan narkotika,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 11/12.

Apresiasi serupa juga datang dari Sestama Lembaga Administrasi Negara (LAN), Andi Taufik, saat menjadi narasumber dalam seminar implementasi proyek perubahan di ASN Corporate University LAN, Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Desember 2025.

Menurut Andi, BINAR bukan sekadar inovasi internal BNN. Sistem ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan arah kebijakan RPJMN, terutama terkait percepatan inovasi sektor publik. Dampaknya pun diyakini luas.

“Melalui sistem ini, BNN memiliki satu data terintegrasi yang dapat diakses aparat penegak hukum lainnya sehingga mempermudah pertukaran informasi dalam pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Dengan dukungan lintas lembaga dan kejelasan manfaat bagi publik, BINAR membuka harapan baru: perang melawan narkotika bisa dilakukan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih kolaboratif.

(Redaksi , Sumber : RMOL.ID diolah )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *