
NUSAREPORT – Bungo, Selasa 6/1/2026,- Isu dugaan makanan tidak layak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bungo mencuat setelah seorang warga menyampaikan laporan langsung kepada pihak SPPI melalui pesan singkat, disertai foto roti yang diduga berjamur dan diklaim sebagai bagian dari paket MBG.
Dalam pesannya, warga tersebut meminta agar distribusi MBG diperiksa secara serius. “Tolong dicek betul-betul min, baru dibagikan MBG-nya. Adek kami selalu bawa ke rumah kalau dapat MBG. Tadi rotinya sudah dimakan samo Mak kami. Pas dicek tau-tau rotinya berjamur,” tulis warga tersebut.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan SPPI Kabupaten Bungo. Namun, hasil klarifikasi dan penelusuran lapangan justru mengindikasikan adanya upaya pihak tertentu untuk mendiskreditkan program MBG, yang merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional di bidang peningkatan gizi.
Korwil SPPI Kabupaten Bungo, Afifah Khairani, S.Gz, menjelaskan bahwa distribusi terakhir MBG di SMAN 2 Bungo (SMANDA) dilakukan pada 29 Desember 2025, sedangkan jadwal distribusi berikutnya baru akan berlangsung pada 8 Januari 2026. Dengan demikian, roti yang difoto warga tersebut tidak berada dalam rentang distribusi resmi MBG.
“Kami memastikan roti yang digunakan selama ini jelas mereknya, layak konsumsi, dan selalu melalui pengecekan kualitas sebelum dibagikan kepada siswa,” ujar Afifah. di Muara Bungo , 6/1
Upaya penelusuran terhadap merek roti yang dikonsumsi warga tersebut juga telah dilakukan. Namun, proses crosscheck terkendala karena bungkus roti tidak ditemukan, sehingga sulit dipastikan apakah roti tersebut benar berasal dari menu resmi MBG atau dari sumber lain.
Terkait temuan lain, Afifah membenarkan bahwa pada kesempatan sebelumnya sempat terjadi distribusi telur mentah karena pertimbangan teknis agar makanan tidak basi akibat menu rapelan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa praktik tersebut telah ditegur dan tidak boleh terulang, karena bertentangan dengan standar distribusi MBG.
Untuk memastikan kejelasan informasi, Kepala SPPG bersama tim langsung mendatangi SMAN 2 Bungo guna melakukan klarifikasi. Dari hasil pertemuan dengan pihak sekolah dan siswa, tidak ditemukan adanya menu MBG berjamur sebagaimana yang beredar di luar.
“Keterangan dari siswa, seluruh menu yang diterima aman. Kepala sekolah juga menilai ada indikasi upaya mendiskreditkan program. Kami sudah mengingatkan siswa agar segera melapor ke guru jika menemukan menu yang tidak layak,” jelas Afifah.
SPPG menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi, memperketat pengawasan, dan meningkatkan transparansi dalam setiap tahapan distribusi MBG. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyampaikan pengaduan melalui jalur resmi dengan bukti yang lengkap.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya negara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Oleh karena itu, setiap isu yang berkembang perlu disikapi secara objektif, berbasis data, dan melalui klarifikasi yang bertanggung jawab, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
NUSAREPORT : “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta“