
NUSAREPORT- 25/1/2026,- Peredaran isu yang menyebut tunjangan guru akan dipotong demi membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar. Isu tersebut dinilai menyesatkan dan tidak relevan dengan kebijakan anggaran pemerintah tahun 2026.
Berdasarkan penelusuran sejumlah sumber yang berhasil dihimpun redaksi,pemerintah menegaskan bahwa seluruh hak keuangan guru, baik gaji maupun tunjangan tetap aman dan justru terus mengalami peningkatan signifikan.
Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan, kehadiran program strategis nasional seperti MBG sama sekali tidak mengganggu alokasi anggaran bagi tenaga pendidik. Pemerintah, kata KSP, tetap konsisten menempatkan kesejahteraan guru sebagai fondasi utama dalam pembangunan kualitas pendidikan nasional.
Komitmen tersebut tercermin jelas dari tren anggaran gaji dan tunjangan guru yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, anggaran tercatat sebesar Rp175,7 triliun, kemudian melonjak menjadi Rp203,57 triliun pada APBN 2025. Tren positif ini berlanjut pada 2026 dengan target mencapai Rp211,41 triliun.
“Anggaran gaji dan tunjangan guru tahun 2026 tidak terdampak oleh program prioritas lain, termasuk MBG,” tegas sumber di KSP dikutip Minggu 25/1
Peningkatan anggaran yang konsisten ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan ruang investasi yang besar di sektor pendidikan, khususnya bagi kesejahteraan tenaga pendidik. Meski dinamika fiskal terus berkembang, pos anggaran untuk guru tetap kokoh dan tidak tergerus oleh kebutuhan pendanaan program lainnya.
Dana tersebut dirancang untuk menjangkau jutaan guru di seluruh Indonesia melalui berbagai skema. Di antaranya Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah (ASND) yang menyasar sekitar 1,5 juta guru, Tambahan Penghasilan Guru bagi 332,2 ribu pendidik, serta Tunjangan Khusus Guru untuk 62,5 ribu guru yang mengabdi di daerah terpencil dan wilayah khusus.
Selain gaji dan tunjangan, pemerintah juga tetap mengalokasikan anggaran pendidikan lainnya, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 53,6 juta peserta didik, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD untuk 7,7 juta peserta didik, hingga bantuan pendidikan kesetaraan bagi ratusan ribu peserta didik lainnya.
Secara keseluruhan, total anggaran pendidikan dalam rencana APBN 2026 mencapai Rp769,1 triliun. Penyesuaian skema transfer ke daerah dilakukan agar manfaat anggaran benar-benar dirasakan langsung oleh sekolah, guru, dan peserta didik.
Penegasan pemerintah bahwa gaji dan tunjangan guru tidak terdampak oleh MBG sekaligus menjawab keresahan publik yang sempat berkembang. Pemerintah memastikan integrasi program prioritas nasional berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan dalam struktur anggaran.
Dengan kepastian ini, para guru diharapkan dapat fokus menjalankan peran strategisnya dalam mencerdaskan anak bangsa tanpa dihantui kekhawatiran soal kesejahteraan. Program Makan Bergizi Gratis diposisikan sebagai pelengkap visi besar investasi pendidikan, bukan sebagai beban pengurang hak guru.
Pemerintah pun menutup ruang spekulasi dengan memastikan, kenaikan gaji dan tunjangan guru akan terus berjalan sesuai roadmap Kementerian Keuangan dalam beberapa tahun ke depan.
NUSAREPORT“Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”