
NUSAREPORT-Bungo , Senin 19/1/2026,- Partai Buruh resmi menggelar Kongres V yang dirangkaikan dengan Kongres Perempuan Se-Indonesia serta seminar internasional di Grand Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta, pada 20–21 Januari 2026. Rangkaian kegiatan ini menjadi forum strategis konsolidasi nasional Partai Buruh dalam memperkuat arah perjuangan politik kaum pekerja.
Kongres tersebut diikuti oleh pengurus Partai Buruh dari 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota se-Indonesia, serta direncanakan dihadiri delegasi dan pengurus Partai Buruh dari luar negeri. Forum ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi internasional dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan global .
Sejumlah isu krusial menjadi sorotan utama dalam Kongres Perempuan dan seminar internasional tersebut, di antaranya penghapusan sistem outsourcing, penolakan terhadap kebijakan upah murah, serta dorongan perubahan kebijakan ketenagakerjaan nasional agar lebih berpihak kepada buruh. Selain itu, muncul pula wacana politik terkait mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diusulkan melalui anggota DPR terpilih.
Dalam forum tersebut, sikap kritis terhadap ketimpangan relasi industrial kembali ditegaskan. Salah satu pernyataan yang mengemuka adalah, “Pengusaha boleh kaya, tetapi jangan memiskinkan kami, kaum buruh,” sebagai bentuk penolakan terhadap praktik ekonomi yang dinilai merugikan pekerja.
Kongres V Partai Buruh sendiri merupakan agenda nasional penting yang disiapkan sebagai penguatan organisasi dan garis perjuangan menjelang agenda politik nasional ke depan. Pada pembukaan kongres, Partai Buruh kembali menegaskan tiga tuntutan utama, yakni menolak upah murah, menghapus outsourcing, serta mendorong regulasi ketenagakerjaan yang lebih adil bagi pekerja .
Menanggapi hasil kongres tersebut, pengurus Partai Buruh Kabupaten Bungo, Hofni Muhamad, menyatakan bahwa seluruh keputusan strategis yang dihasilkan di tingkat nasional akan ditindaklanjuti di daerah.
“Hasil keputusan Kongres V Partai Buruh di Jakarta akan kami tindaklanjuti di Kabupaten Bungo sesuai dengan garis perjuangan partai,” ujar Hofi, sebagaimana keterangan resmi yang diterima redaksi pada Senin (19/1/2026).
Partai Buruh berharap melalui kongres ini, perjuangan buruh, khususnya perempuan buruh dapat semakin terorganisasi, kuat secara politik, dan mampu mendorong perubahan kebijakan yang lebih adil di tingkat nasional maupun daerah.
NUSAREPORT“Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”