
NUSAREPORT – Bungo – Rabu,31 Desember 2025,- Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dinilai semakin strategis dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah. Di Kabupaten Bungo, Kesbangpol saat ini masih tergabung dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun ke depan, muncul harapan agar Kesbangpol dapat berdiri mandiri sebagai OPD tersendiri dengan fungsi dan kewenangan yang lebih fokus.
Selama ini, Kesbangpol menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Lembaga ini berperan dalam pembinaan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta penguatan persatuan dan kesatuan bangsa di tingkat daerah.
Sekretaris BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Marwilisman AR, SSTP, ME, mengatakan bahwa meskipun masih berada dalam satu OPD dengan BPBD, fungsi Kesbangpol tetap berjalan optimal dan memiliki ruang kerja yang cukup luas.
“Di Kabupaten Bungo, Kesbangpol memang masih bergabung dengan BPBD. Namun tugas dan fungsinya tetap berjalan, terutama dalam menjaga stabilitas sosial dan politik serta memperkuat persatuan masyarakat,” ujarnya. Pada Rabu 31/12/di Muara Bungo
Menurut Marwilisman, tantangan sosial di daerah saat ini semakin kompleks. Arus informasi yang cepat, perbedaan pandangan politik, serta dinamika masyarakat yang beragam menuntut peran pemerintah yang lebih aktif dalam melakukan pemantauan, pendekatan, dan pencegahan sejak dini.
Dalam praktiknya, Kesbangpol menjalankan fungsi deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik sosial, gangguan ketertiban, maupun isu-isu yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama.
“Kami terus membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, partai politik, serta aparat keamanan. Tujuannya agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara dialog dan tidak berkembang menjadi konflik,” jelasnya.
Pada momentum demokrasi seperti pemilu dan pilkada, peran Kesbangpol juga dinilai sangat krusial dalam menjaga suasana tetap kondusif. Stabilitas politik menjadi syarat utama agar proses demokrasi dapat berlangsung aman, tertib, dan bermartabat.
Tak hanya dalam situasi politik, Kesbangpol juga berkontribusi menjaga stabilitas sosial ketika daerah menghadapi kondisi darurat atau bencana. Ketenangan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar penanganan bencana berjalan efektif tanpa menimbulkan kepanikan.
“Ketika terjadi bencana, bukan hanya penanganan teknis yang dibutuhkan. Stabilitas sosial juga harus dijaga agar masyarakat tetap tenang dan percaya pada pemerintah,” tambah Marwilisman.
Seiring dengan semakin luasnya peran tersebut, muncul harapan agar ke depan Kesbangpol dapat berdiri sebagai OPD tersendiri, terpisah dari BPBD. Dengan status kelembagaan yang mandiri, Kesbangpol diharapkan memiliki ruang gerak, perencanaan, serta penguatan organisasi yang lebih terfokus.
“Harapannya, ke depan Kesbangpol bisa berdiri sendiri dengan aturan main yang jelas. Dengan begitu, fungsi pembinaan ideologi, kewaspadaan nasional, dan stabilitas daerah bisa dijalankan lebih optimal,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemisahan kelembagaan tersebut bukan semata soal struktur organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah agar setiap fungsi dapat berjalan maksimal sesuai tugas dan kewenangannya.
Dengan penguatan kelembagaan, Kesbangpol diharapkan semakin mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta keharmonisan kehidupan sosial di Kabupaten Bungo. (Redaksi)