
Dito Ariotedjo dan Niena Kirana Riskyana. (Foto: Instagram @ditoariotedjo)
NUSAREPORT- Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025,- Isu perceraian kembali menyeret nama mantan pejabat publik ke ruang diskusi luas. Setelah rumah tangga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menjadi perhatian, publik kini menyoroti gugatan cerai mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dengan istrinya, Niena Kirana Riskyana.
Dito Ariotedjo diketahui di-reshuffle dari jabatan Menpora pada awal September 2025. Tak lama berselang, muncul kabar gugatan cerai yang kembali diajukan oleh sang istri, setelah gugatan serupa sebelumnya diajukan pada Mei 2025 namun belum diterima pengadilan.
Seiring mencuatnya kabar tersebut, nama artis Davina Karamoy ikut terseret dalam perbincangan warganet. Pemeran film Ipar Adalah Maut itu dikait-kaitkan sebagai pihak ketiga, isu yang kemudian dibantah tegas oleh Davina. Ia menyatakan tidak mengetahui apa pun soal persoalan rumah tangga Dito dan bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang terus mengaitkan namanya.
Dito Ariotedjo juga angkat bicara. Ia menegaskan proses perceraian telah berjalan sejak Mei 2025, jauh sebelum dirinya dicopot dari jabatan menteri. Ia membantah keras adanya orang ketiga dan menyatakan hubungannya dengan Davina sebatas saling mengenal, tanpa relasi khusus.
Dengan klarifikasi dari kedua pihak, isu perceraian ini ditegaskan sebagai persoalan pribadi yang tidak berkaitan dengan jabatan publik maupun figur lain yang disebut-sebut di ruang publik.
Di sisi lain, pasca pencopotan Dito Ariotedjo, perhatian publik juga tertuju pada kekosongan kursi Menpora. Sejumlah nama mulai mengemuka sebagai kandidat potensial pengganti.
Salah satu tokoh yang disebut adalah Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ali Hanafiah. Dukungan terbuka datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian.
“Ali Hanafiah memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, dekat dengan pemuda di akar rumput, serta konsisten mendorong program pemberdayaan kepemudaan dan olahraga,” ujar Amin
Menurut Amin, kemampuan Ali Hanafiah membangun komunikasi lintas sektor menjadi modal penting untuk memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga ke depan. Dukungan serupa juga tampak di media sosial, ditandai dengan munculnya sejumlah tagar yang mendorong namanya sebagai calon Menpora. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden. Publik pun diingatkan untuk membedakan secara proporsional antara urusan privat mantan pejabat dan agenda strategis negara dalam menentukan arah kebijakan kepemudaan dan olahraga nasional.(Redaksi-Sumber,diolah)