
NUSAREPORT-Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh kalah dari pihak-pihak yang selama ini mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadi. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri agenda peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara pada Selasa (10/3) malam.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik korupsi dan berbagai bentuk penyelewengan yang merugikan negara. Menurutnya, korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai moral dan ajaran agama.
“Memang, kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat mencapai kemajuan apabila pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari praktik korupsi. Dalam pandangannya, keberhasilan sebuah bangsa sangat bergantung pada integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti adanya pihak-pihak yang berupaya mengambil kekayaan bangsa dan membawanya ke luar negeri, sementara rakyat Indonesia justru dibiarkan dalam kondisi lemah. Menurutnya, praktik semacam itu tidak boleh terus dibiarkan.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo meminta dukungan serta doa dari para ulama dan tokoh masyarakat agar pemerintah mampu menjalankan amanah dengan baik serta menegakkan kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan. Kita akan menjalankan dan menegakkan kebenaran dan keadilan,” kata Prabowo.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”