NUSAREPORT – Jakarta, Senin (13/1/2026) ,-   Dinamika global yang semakin kompleks menempatkan parlemen di berbagai negara pada tekanan kinerja yang jauh lebih tinggi. Konflik geopolitik di Ukraina, ketegangan kawasan Indo-Pasifik, hingga polarisasi politik di Amerika Serikat dan Eropa membentuk lanskap ketidakpastian global yang turut memengaruhi ekspektasi publik terhadap lembaga perwakilan rakyat.

Kondisi tersebut disoroti Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat membuka Rapat Kerja Badan Keahlian DPR RI Evaluasi Kinerja Tahun 2025 dan Rencana Kerja Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat KK II, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 13/1/2026

Menurut Indra, meningkatnya kompleksitas tantangan global berbanding lurus dengan lonjakan harapan publik terhadap kinerja DPR RI.

“Dalam situasi seperti ini, posisi Parlemen menghadapi tuntutan yang jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Harapan publik terhadap Parlemen meningkat sangat signifikan,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat dua tuntutan utama publik saat ini. Pertama, proses pengambilan keputusan parlemen yang lebih efisien, efektif, dan transparan. Kedua, keputusan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi berpihak pada keadilan sosial serta berdampak jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks tersebut, Indra menilai Badan Keahlian DPR RI memiliki peran strategis sebagai penopang utama kualitas kerja parlemen. Badan Keahlian tidak lagi cukup berfungsi administratif, melainkan harus mampu membaca risiko global dan mengantisipasi krisis multidimensi di masa depan.

“Badan Keahlian perlu lebih lincah dan memiliki ide-ide segar. Kita bisa belajar dari praktik negara lain, seperti Korea, di mana lembaga pendukung parlemen mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono menegaskan bahwa rapat kerja tersebut menjadi momentum refleksi strategis untuk memastikan setiap produk keahlian benar-benar berdampak bagi kinerja DPR RI. Ia menekankan tiga nilai utama yang harus dijaga, yakni ketepatan waktu, kualitas analisis, dan dampak nyata kebijakan.

Rapat kerja yang diikuti ratusan pegawai Badan Keahlian tersebut juga menjadi ajang konsolidasi internal dalam menyongsong agenda transformasi DPR RI tahun 2026. Hadir dalam kegiatan ini para Deputi, Inspektur Utama, Kepala Pusat, pejabat fungsional keahlian, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI periode 2020–2025 Dr. Inosentius Samsul, yang dijadwalkan akan dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi pada Februari 2026.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *