NUSAREPORT- Bungo, 25/1/2026,-   Pergerakan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Bungur Muara Bungo hingga akhir Januari 2026 menunjukkan kecenderungan stabil. Kondisi ini menjadi indikator awal bahwa tekanan inflasi daerah masih berada dalam batas terkendali, khususnya dari sisi volatile food yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi.

Berdasarkan pantauan harga, komoditas pangan pokok seperti beras medium SPHP yang berada di Rp 63 ribu/5 kg, gula pasir Rp18 ribu/kg, serta minyak goreng curah Rp18.500/kg relatif tidak mengalami lonjakan signifikan. Stabilnya harga pangan dasar ini berperan penting dalam menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

Pada kelompok protein hewani, Meskipun harga daging sapi potong masih berada di level tinggi di kisaran Rp132 ribu/kg, ketersediaan daging sapi beku di Toko Daging Indonesia (TDI) dengan harga Rp108 ribu/kg menjadi faktor penyeimbang. Harga ayam ras Rp45 ribu/ekor dan telur ayam ras Rp2 ribu/butir juga masih dalam rentang normal dan belum menunjukkan gejala kenaikan tajam.

Sektor perikanan, baik air tawar maupun laut, turut menopang stabilitas inflasi pangan. Harga ikan nila Rp35–40 ribu/kg, lele Rp25–27 ribu/kg, hingga ikan laut seperti kembung Rp60 ribu/kg dan tuna Rp80 ribu/kg mencerminkan pasokan yang relatif lancar. Kelancaran distribusi ikan menjadi penting karena komoditas ini memiliki bobot signifikan dalam konsumsi rumah tangga di daerah.

Dari  hortikultura, harga cabai merah besar Rp65 ribu/kg dan cabai rawit Rp60 ribu/kg memang masih berada di level cukup tinggi, namun cenderung stabil. Tidak adanya lonjakan mendadak pada komoditas cabai dan bawang menunjukkan bahwa tekanan inflasi musiman belum terlalu terasa pada periode ini.

Sementara itu, komoditas buah-buahan seperti jeruk manis lokal Rp20 ribu/kg, apel impor Rp40 ribu/kg, pir impor Rp80 ribu/kg, salak Rp13 ribu/kg, dan semangka Rp12 ribu/kg terpantau stabil. Ketersediaan buah lokal dengan harga terjangkau ikut membantu menjaga pola konsumsi masyarakat tanpa menambah tekanan harga.

Untuk kebutuhan energi rumah tangga, harga gas elpiji 3 kg yang berada di rentang Rp28–30 ribu masih relatif terkendali, namun diperlukan pencermatan kembali , Stabilitas harga energi menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap biaya rumah tangga dan usaha kecil.

Secara keseluruhan, stabilnya harga Bapokting di akhir Januari 2026 mencerminkan peran strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bungo dalam menjaga keseimbangan pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi tekanan inflasi dapat muncul sewaktu-waktu akibat faktor cuaca, distribusi, maupun momentum hari besar keagamaan.

Pemantauan intensif dan langkah antisipatif menjadi kunci agar stabilitas harga ini dapat dipertahankan, sehingga inflasi daerah tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak tergerus.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *