
NUSAREPORT-Jakarta, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menekankan pentingnya sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis serta meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.
Afriansyah yang kerap disapa Ferry menyampaikan hal tersebut dalam sebuah kegiatan bersama pekerja dan masyarakat di Jakarta, Rabu (4/3). Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor ketenagakerjaan harus berjalan secara seimbang antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.
Menurut Ferry, pekerja berhak mendapatkan perlindungan, upah yang layak, serta kesempatan meningkatkan keterampilan. Namun di sisi lain, dunia usaha juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sehingga mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
“Indonesia yang maju membutuhkan buruh yang sejahtera dan dunia usaha yang kuat. Ketika keduanya berjalan bersama, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin kokoh,” ujar Ferry.
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, lanjutnya, terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional. Upaya tersebut antara lain melalui penguatan pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perluasan kesempatan kerja di berbagai sektor ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong terciptanya hubungan industrial yang kondusif agar dialog antara pekerja dan pengusaha dapat berjalan secara sehat, transparan, dan saling menguntungkan.
Ferry menilai tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, terutama dengan hadirnya transformasi digital dan perubahan struktur industri. Karena itu, kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
“Kolaborasi yang kuat akan melahirkan hubungan industrial yang harmonis. Dari sinilah kesejahteraan pekerja dapat meningkat sekaligus mendorong dunia usaha berkembang secara berkelanjutan,” katanya.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”