Bukan Sekadar Kemasan, KKU IAKSS Bikin Keripik dan Bakery Desa Perintis Naik Kelas..

Pendidikan91 Views

NUSAREPORT-Tebo,  Produk yang berkualitas membutuhkan identitas yang kuat agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif. Menyadari pentingnya branding dalam pengembangan usaha, mahasiswa Kuliah Kerja Usaha (KKU) Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) melaksanakan program Pembaruan Desain Label dan Kemasan Produk sebagai Upaya Penguatan Brand Identity dan Daya Saing UMKM di Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Asra’i Maros ini melibatkan 19 mahasiswa KKU, yaitu Aisyah Rohmiati, Akbar Tapdhila, Aminah, Artika Sari Ayu Ramdani, Aurell Shalsabila, Candra Dwi Putra, Efi Elfiana, Eka Riskiya Saputri, Ines Marsalinda, Heny Septiyana, Khafidhotun Nafisah, Khusnul Khotimah, Lusi Safitri, M. Muslim, Putri Apriany, Putri Rahmawati, Jecky Kurniawan, Rindiani, dan Viki Musdalifah.

Program ini difokuskan pada penguatan identitas usaha melalui pembaruan desain label dan kemasan bagi tiga UMKM unggulan Desa Perintis, yakni Keripik Singkong 3 Putri, Keripik Singkong KWT Melati, dan Fazia Bakery. Ketiga usaha tersebut memiliki produk yang diminati masyarakat, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek branding dan tampilan produk yang dapat meningkatkan daya tarik konsumen.

Melalui pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKU, setiap UMKM mendapatkan desain label baru yang lebih menarik, informatif, dan profesional. Label yang sebelumnya masih sederhana diperbarui dengan menampilkan identitas usaha, informasi produk, serta elemen visual yang lebih modern sehingga lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Bagi Keripik Singkong 3 Putri dan Keripik Singkong KWT Melati, pembaruan branding diarahkan untuk memperkuat citra produk sebagai makanan ringan khas yang memiliki kualitas dan karakter tersendiri. Sementara itu, Fazia Bakery memperoleh penguatan identitas visual yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya tarik produk roti dan kue yang dipasarkan.

Selain pembaruan label kemasan, mahasiswa KKU juga menyediakan banner promosi untuk KWT Melati dan Fazia Bakery. Kehadiran media promosi tersebut menjadi sarana pendukung dalam memperkenalkan usaha kepada masyarakat serta memperkuat eksistensi merek di lingkungan sekitar.

Program ini membuktikan bahwa branding memiliki peran penting dalam pengembangan UMKM. Kemasan dan label tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus produk, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mampu membangun kepercayaan konsumen, memperkuat identitas usaha, dan meningkatkan nilai jual produk.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pada berbagai aspek, mulai dari identitas visual produk, kelengkapan informasi pada kemasan, kualitas material label, ketersediaan media promosi, hingga peningkatan daya saing produk. Perubahan tersebut menjadi modal awal bagi UMKM Desa Perintis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut tim KKU, keberhasilan UMKM saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun citra merek yang kuat. Oleh karena itu, penguatan branding menjadi salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan agar usaha lokal mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.

Ke depan, pelaku UMKM diharapkan dapat secara konsisten menggunakan desain label yang telah dibuat sehingga identitas merek yang dibangun dapat semakin melekat di benak konsumen. Pemerintah Desa Perintis juga diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha melalui pendampingan legalitas, seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Selain itu, program lanjutan dapat diarahkan pada pengembangan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace sehingga branding yang telah dibangun tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha, program ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan branding dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan daya saing UMKM. Dengan wajah baru yang lebih profesional, Keripik Singkong 3 Putri, Keripik Singkong KWT Melati, dan Fazia Bakery kini memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan menjadi produk unggulan Desa Perintis.

“UMKM yang kuat bukan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga memiliki identitas merek yang mampu dikenal, dipercaya, dan diingat oleh konsumen.” Semangat inilah yang menjadi dasar pelaksanaan program KKU IAKSS di Desa Perintis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *