NUSAREPORT – Jakarta, Partai Gerindra menempati posisi teratas dalam peta elektabilitas partai politik jika Pemilu Legislatif digelar saat ini. Gerindra meraih 22,6 persen, unggul 4,9 poin persentase dari PDI Perjuangan (PDIP) yang berada di posisi kedua dengan 17,7 persen.
Temuan itu merupakan hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang dipaparkan pada Senin, 31 Agustus 2026. Responden diberi pertanyaan, “Jika Pemilu Legislatif diadakan saat ini, apa partai yang akan Anda pilih?”
Di posisi ketiga terdapat Partai Golkar dengan 10,6 persen, disusul Partai Demokrat 9,6 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,2 persen.
Persaingan berikutnya ditempati Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 5,9 persen, Partai NasDem 5,1 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 4,0 persen. Sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tercatat 1,8 persen.
Adapun partai-partai lainnya berada di bawah satu persen. Hanura, PPP, Perindo dan Gelora masing-masing tercatat 0,5 persen. Gerakan Rakyat 0,4 persen, Partai Buruh 0,3 persen, sedangkan PKN dan Garuda masing-masing 0,2 persen.
Salah satu angka yang juga menarik perhatian adalah pemilih yang belum menentukan pilihan. Median mencatat kelompok undecided voter sebesar 13,6 persen. Angka ini menunjukkan masih terdapat ruang perubahan dalam peta dukungan partai politik karena pilihan sebagian pemilih belum mengerucut pada partai tertentu.
Survei tersebut menggunakan 1.212 responden yang tersebar di 38 provinsi, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Median menyebut margin of error sekitar 2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei ini menempatkan delapan partai pada angka 4 persen atau lebih, yakni Gerindra, PDIP, Golkar, Demokrat, PKS, PKB, NasDem dan PAN. Namun, angka tersebut tetap merupakan gambaran preferensi responden pada saat survei dilakukan, bukan hasil pemilu ataupun jaminan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Dengan Gerindra berada di posisi pertama dan PDIP di urutan kedua, sementara 13,6 persen responden belum menentukan pilihan, peta persaingan politik masih menyisakan ruang yang cukup terbuka. Perubahan pilihan pemilih, dinamika politik, kinerja partai, serta kemampuan masing-masing partai mempertahankan kepercayaan publik akan menjadi faktor yang menentukan perkembangan elektabilitas ke depan.
*Sumber: Media Survei Nasional (Median)













