NUSAREPORT-Muara Bungo,- Penguatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi salah satu agenda penting dalam menghadapi perubahan zaman. Selain dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman keagamaan, perguruan tinggi Islam juga perlu memperkuat kualitas akademik, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Persoalan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pintar) bertajuk Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan tema “Penguatan Peran PTKI dalam Menghadapi Tantangan Zaman” yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau bersama anggota DPR RI Komisi VIII, Drs. H. Zulfikar Achmad, di Mitra Hotel Bungo, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini merupakan agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya. Namun, karena H. Zulfikar Achmad saat ini sedang dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan di Jakarta, pelaksanaan kegiatan tersebut diwakili oleh tim ahlinya, Dr. Darham Wahid, M.Pd.
Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung sesuai agenda. Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta turut menyampaikan doa dan harapan agar H. Zulfikar Achmad segera diberikan kesembuhan, kesehatan, serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB itu dihadiri unsur pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, di antaranya Wakil Dekan I Dr. Sukma Erni, M.Pd., dan Wakil Dekan II Prof. Dr. Zubaidah Amir, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Dr. Darham Wahid, M.Pd., sebagai narasumber sekaligus perwakilan tim ahli H. Zulfikar Achmad.
Dari Universitas Muara Bungo, hadir Dr. Misra Yeni, SE., MM., sebagai pendamping bersama sejumlah dosen lainnya, serta mahasiswa Universitas Muara Bungo dan juga dosen serta mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) YASNI Muara Bungo.
Selain kalangan akademisi, hadir pula unsur pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Muaro Bungo, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut memberikan ruang pertemuan antara lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat dalam membicarakan pengembangan pendidikan Islam.
Tema yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Perguruan tinggi keagamaan Islam tidak cukup hanya berorientasi pada penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, tetapi juga perlu memperkuat penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
Perkembangan teknologi digital, perubahan kebutuhan dunia kerja, persaingan kualitas sumber daya manusia, dan tuntutan tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik merupakan sejumlah tantangan yang perlu direspons secara serius. Kondisi tersebut menuntut PTKI untuk terus melakukan pembenahan, baik dalam aspek kurikulum, kualitas tenaga pendidik, metode pembelajaran maupun penguatan kelembagaan.
Di sisi lain, PTKI memiliki karakter dan tanggung jawab tersendiri dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Integrasi tersebut penting agar pendidikan tinggi Islam mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta kepedulian sosial.
Melalui kegiatan NGOPI, forum dialog dan pertukaran gagasan diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai arah pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Keterlibatan dosen, mahasiswa, unsur pemerintah, dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun perhatian bersama terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Penguatan peran PTKI pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola perguruan tinggi, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan, kolaborasi antarlembaga, dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan semakin adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia serta kehidupan masyarakat.









