Mungkin Disdik Bungo Sedang Menguji Manajemen Talenta Versi Baru…

Pendidikan21 Views

NUSAREPORT-Bungo, Belakangan ini birokrasi memiliki hobi baru: memberi nama yang semakin keren untuk sesuatu yang sebenarnya sudah lama ada. Dulu namanya mutasi. Sekarang terdengar lebih elegan: Manajemen Talenta. Rasanya seperti kopi yang sama, hanya cangkirnya berganti lebih mahal.

Konsepnya tentu sangat baik. Menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kebutuhan organisasi. Sulit mencari alasan untuk tidak setuju.

Yang sering membuat masyarakat bingung justru bukan konsepnya.

Melainkan bagaimana konsep itu diterjemahkan.

Ketika puluhan kepala sekolah bergeser dari satu sekolah ke sekolah lain, publik tidak buru-buru bertanya siapa yang beruntung dan siapa yang kurang beruntung. Pertanyaan mereka jauh lebih sederhana.

“Kompasnya mengarah ke mana?” Sebab setiap perjalanan biasanya dimulai dengan peta. Kalau tidak ada peta, minimal ada kompas. Kalau kompas juga tidak ada, biasanya orang mengikuti kendaraan di depan.

Mudah-mudahan birokrasi tidak demikian.

Dalam teori Manajemen Talenta, semua dimulai dari pemetaan. Kata “pemetaan” terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak seluruh cerita. Sebab peta yang baik bukan hanya menunjukkan tujuan, melainkan juga menjelaskan mengapa harus melewati jalan itu.

Publik tentu berharap suatu hari nanti peta itu ikut diperlihatkan. Tidak perlu berwarna. Tidak perlu dilaminating. Apalagi dibingkai. Cukup diketahui bahwa ia memang ada.

Kalau tidak, masyarakat bisa mengira istilah “pemetaan” hanya kerabat dekat dari istilah “nanti akan dijelaskan.”

Di negeri ini, kata “proses” kadang lebih terkenal daripada proses itu sendiri. Semua orang sering mendengar kalimat, “Masih berproses.”, atau “Telah melalui proses..”

Hanya saja, prosesnya sering bekerja sangat tenang.Begitu tenangnya, publik hanya melihat hasil akhirnya.Barangkali memang demikian cara birokrasi menjaga ketenangan batin masyarakat.Tidak membuat masyarakat pusing melihat proses.Cukup menikmati hasilnya.Kalau muncul pertanyaan, jawabannya sederhana.

“Sudah sesuai mekanisme.”

Kalimat itu mungkin salah satu inovasi birokrasi paling awet. Ia mampu menjawab hampir semua pertanyaan tanpa benar-benar menjelaskan apa pun. Padahal masyarakat tidak sedang meminta isi lemari arsip. Mereka hanya ingin tahu mengapa satu kepala sekolah berada di sekolah A, sementara yang lain menuju sekolah B. Kalau alasannya karena kompetensi, publik pasti senang. Kalau alasannya karena kebutuhan organisasi, masyarakat tentu memahami. Kalau semuanya memang berdasarkan Manajemen Talenta, justru semakin menarik untuk diceritakan.

Bukankah praktik baik memang layak diketahui? Justru ruang kosong itulah yang sering diisi oleh dugaan, bisik-bisik, dan teori warung kopi. Padahal warung kopi memiliki satu kelemahan. Ia buka hampir dua puluh empat jam. Dan setiap cangkir biasanya melahirkan satu analis kebijakan publik.

Mungkin itu sebabnya transparansi selalu lebih murah daripada klarifikasi yang terlambat.

Di era sekarang, orang bisa melacak paket belanja dalam hitungan menit. Motor ojek daring dapat diketahui sedang berada di gang mana. Bahkan kiriman makanan bisa memberi tahu, “Pesanan Anda sedang diambil.” Sayangnya, perjalanan sebuah keputusan birokrasi sering kali masih seperti paket tanpa nomor resi. Semua tahu barangnya sampai. Tetapi jalur pengirimannya hanya diketahui oleh pengirim.

Barangkali inilah yang dimaksud Manajemen Talenta versi baru.

Versi yang membuat publik percaya bahwa sistemnya ada, hanya dokumentasinya belum sempat keluar dari ruang rapat.

Kalau nanti seluruh proses itu dapat dijelaskan secara terbuka, boleh jadi masyarakat akan tersenyum sambil berkata,

“Oh… ternyata jalannya memang lewat situ.”

Dan kalau hari itu benar-benar datang, mungkin istilah Manajemen Talenta tidak lagi terdengar sebagai jargon birokrasi, melainkan sebagai praktik pemerintahan yang memang layak dipercaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *