Pengangguran Nasional Turun, Jambi Berjalan Berlawanan, Tantangan Bungo Mengubah Pertumbuhan Ekonomi Menjadi Lapangan Kerja..

Ekonomi19 Views

NUSAREPORT Jambi, Ketika angka pengangguran nasional mulai menunjukkan penurunan, Provinsi Jambi justru bergerak ke arah yang berbeda. Kontras inilah yang menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan bertambahnya kesempatan kerja. Di Kabupaten Bungo, tantangan itu terasa semakin nyata. Di tengah ekonomi daerah yang terus bertumbuh, pekerjaan rumah sesungguhnya adalah memastikan setiap pertumbuhan mampu menghadirkan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas.

Pada Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka nasional turun menjadi 4,65 persen. Jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang dari total 155,41 juta angkatan kerja. Perbaikan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masih mampu menyerap tambahan tenaga kerja, meski dunia usaha masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

Mesin utama penyerapan tenaga kerja masih belum banyak berubah. Pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi sektor terbesar yang menampung angkatan kerja, disusul perdagangan dan industri pengolahan. Namun, di balik membaiknya angka pengangguran, kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan karena hampir enam dari sepuluh pekerja Indonesia masih berada di sektor informal. Kelompok usia muda juga belum sepenuhnya menikmati perbaikan pasar kerja. Tingkat pengangguran usia 15 hingga 24 tahun masih mencapai 17,37 persen, menandakan lulusan baru masih menghadapi persaingan yang ketat untuk memperoleh pekerjaan.
Di saat tren nasional bergerak positif, Jambi justru mencatat kenaikan tipis tingkat pengangguran menjadi 4,10 persen. Selisihnya memang hanya 0,11 persen poin dibandingkan Februari 2026, tetapi cukup menggambarkan bahwa penciptaan lapangan kerja di daerah belum sepenuhnya mampu mengikuti pertumbuhan angkatan kerja baru.

Fenomena tersebut menjadi relevan bagi Kabupaten Bungo yang dalam beberapa tahun terakhir justru memperlihatkan kinerja ekonomi yang terus membaik. Pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 4,44 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 3,36 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga terus meningkat hingga mencapai Rp 29,29 triliun, naik hampir Rp 9 triliun dibandingkan 2021 yang masih berada di kisaran Rp 20,08 triliun. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga terus tumbuh dan tetap menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Angka-angka tersebut menggambarkan bahwa roda ekonomi Kabupaten Bungo terus bergerak. Aktivitas perdagangan meningkat, investasi tetap berjalan, dan daya beli masyarakat relatif terjaga. Namun, pertumbuhan ekonomi pada dasarnya bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilannya baru benar-benar terasa ketika masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan ikut membaik.

Di sinilah tantangan terbesar Kabupaten Bungo. Selama struktur ekonomi masih bertumpu pada sektor primer, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan, penguatan industri pengolahan, perluasan investasi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Langkah tersebut bukan hanya menciptakan nilai tambah bagi komoditas daerah, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Perhatian juga perlu diarahkan kepada generasi muda yang setiap tahun memasuki pasar kerja. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, dan kemudahan berusaha, pertumbuhan ekonomi berpotensi hanya menjadi angka yang membaik di atas kertas, sementara kesempatan kerja tidak bertambah secara signifikan.

Perbedaan arah antara kondisi nasional dan Provinsi Jambi menjadi pengingat bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Kabupaten Bungo memiliki modal yang cukup kuat berupa pertumbuhan ekonomi yang stabil dan PDRB yang terus meningkat. Tantangan berikutnya adalah mengubah pertumbuhan tersebut menjadi lapangan kerja produktif, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari seberapa banyak warga yang memperoleh pekerjaan, pendapatan yang lebih baik, dan masa depan yang lebih sejahtera.

Sumber:diolah dari BRS –BPS RI Ketenagakerjaan Indonesia Mei 2026, PDRB Bungo menurut pengeluaran 2021-2025.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *