Inflasi Muara Bungo Tembus 4,10 Persen, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama..

Ekonomi12 Views

NUSAREPORT-Muara Bungo,  Tekanan harga di Muara Bungo kembali menguat pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) mencapai 4,10 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 114,33.

Angka tersebut menunjukkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat secara umum lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025. Dalam periode yang sama tahun lalu, inflasi tahunan Muara Bungo tercatat 3,47 persen. Dengan demikian, inflasi tahunan Agustus 2026 meningkat 0,63 poin persentase dibandingkan setahun sebelumnya.

Secara bulanan, kenaikan harga juga masih terjadi. Inflasi month-to-month (m-to-m) pada Agustus 2026 tercatat 0,30 persen. Sementara inflasi year-to-date (y-to-d) sejak Januari hingga Agustus mencapai 2,55 persen.

Sumber tekanan inflasi tidak datang dari satu kelompok pengeluaran saja. BPS mencatat hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga secara tahunan. Namun, tekanan paling besar terlihat pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 6,06 persen dan memberikan andil terbesar kedua terhadap inflasi Muara Bungo, yakni 1,81 persen. Di dalam kelompok ini, kenaikan harga daging ayam ras menjadi salah satu pemicu utama dengan andil 0,48 persen, disusul minyak goreng 0,21 persen, cabai merah 0,19 persen dan beras 0,17 persen.

Tekanan pangan bahkan masih terasa sepanjang Agustus. Secara bulanan, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,27 persen. Daging ayam ras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, yakni 0,33 persen, diikuti beras 0,09 persen dan cabai rawit 0,04 persen.

Namun, komoditas dengan kenaikan indeks paling mencolok justru berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi y-on-y sebesar 15,73 persen, jauh di atas inflasi umum Muara Bungo. Kontribusinya terhadap inflasi tahunan mencapai 1,33 persen.

Emas perhiasan menjadi faktor paling dominan. Komoditas ini sendiri memberikan andil sebesar 1,30 persen terhadap inflasi tahunan. Kenaikan harga emas juga masih tercermin secara bulanan dengan andil 0,06 persen terhadap inflasi Agustus.

Jika dua kelompok tersebut diperhatikan secara bersamaan, makanan dan emas menjadi dua sumber utama tekanan inflasi Muara Bungo. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 1,81 persen, sementara perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 1,33 persen. Keduanya secara keseluruhan menyumbang lebih dari tiga poin persentase terhadap inflasi tahunan Muara Bungo.

Tekanan harga juga datang dari sektor penyediaan makanan dan minuman atau restoran. Kelompok ini mengalami inflasi tahunan sebesar 4,49 persen dengan andil 0,42 persen. Ayam goreng dan bakso siap santap masing-masing memberikan andil 0,06 persen, sedangkan nasi dengan lauk dan mie masing-masing menyumbang 0,05 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga ikut mendorong inflasi. Kelompok ini mengalami inflasi tahunan 1,47 persen dengan andil 0,24 persen. Bahan bakar rumah tangga menjadi komoditas dominan dengan andil 0,22 persen.

Dari sektor transportasi, inflasi tahunan tercatat 1,17 persen dengan andil 0,14 persen. Bensin menjadi komoditas utama dengan andil 0,19 persen, disusul pembelian sepeda motor 0,04 persen dan cuci kendaraan 0,02 persen. Meski demikian, secara bulanan kelompok transportasi justru mengalami deflasi 0,02 persen, terutama karena penurunan harga bensin.

Kenaikan biaya pendidikan juga ikut memberi tekanan meski relatif terbatas. Kelompok pendidikan mengalami inflasi tahunan 1,47 persen. Biaya akademi atau perguruan tinggi menjadi salah satu komoditas yang dominan dengan andil 0,05 persen, sementara pendidikan sekolah dasar memberikan andil 0,02 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya justru mengalami deflasi tahunan sebesar 1,69 persen. Penurunan tersebut terutama berasal dari barang rekreasi lainnya dan olahraga yang mengalami deflasi 3,50 persen. Kelompok ini memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen terhadap inflasi tahunan Muara Bungo.

Secara historis, inflasi Muara Bungo pada Agustus 2026 juga lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada Agustus 2024 inflasi y-on-y tercatat 3,00 persen dan meningkat menjadi 3,47 persen pada Agustus 2025. Pada Agustus 2026 angkanya kembali naik menjadi 4,10 persen.

Meski inflasi tahunan meningkat, tekanan harga secara kumulatif hingga Agustus 2026 masih berada di level 2,55 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi year-to-date Agustus 2025 yang mencapai 3,17 persen. Secara bulanan, inflasi Agustus 2026 sebesar 0,30 persen juga lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 0,40 persen.*BPS Bungo-BRS Rilis 1 September 2026.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *