
NUSAREPORT-Jakarta, Di tengah perubahan pola konsumsi informasi publik yang semakin cepat dan serba digital, Sekretariat Jenderal DPR RI melalui Biro Pemberitaan menggelar Workshop Media Sosial bertema “Membangun Konten yang Efektif dan Berdampak”. Kegiatan yang berlangsung di Tangerang, Jumat (27/2/2026), ini diikuti puluhan pegawai dari Bagian Media Cetak dan Media Sosial sebagai bagian dari penguatan kapasitas komunikasi kelembagaan.
Kepala Biro Pemberitaan Setjen DPR RI Najib Ibrahim dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya belajar berkelanjutan di bidang media. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut insan media untuk tidak berhenti memperbarui keterampilan, sekaligus memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam praktik kerja sehari-hari.
“Di dunia media ini jangan pernah berhenti untuk terus belajar. Ilmu yang didapat harus diterapkan. Kalau tidak diamalkan, tidak akan berkembang,” ujar Najib.
Workshop menghadirkan narasumber dari Andalus Creative dan Komdigi dengan pendekatan produksi konten secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, teknik pengambilan gambar dan video, penulisan naskah, proses penyuntingan, hingga publikasi berbasis perangkat mobile. Penguatan kemampuan end-to-end ini dinilai penting agar tim media sosial DPR RI mampu bekerja lebih adaptif, cepat, dan tetap terukur.
Menurut Najib, kemampuan memproduksi konten secara mandiri dan komprehensif kini menjadi kebutuhan strategis lembaga. Informasi mengenai kegiatan dan kinerja DPR RI harus disajikan secara cepat, akurat, serta menarik, tanpa mengabaikan kaidah jurnalistik dan marwah institusi.
“Kita harus mampu menyajikan informasi yang cepat dan menarik, tetapi tetap menjaga kaidah jurnalistik dan marwah kelembagaan. Kreatif, namun tidak mengada-ada,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi perangkat dan infrastruktur yang telah didukung pimpinan Sekretariat Jenderal DPR RI. Dukungan teknologi, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar konten yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya jangkau dan relevansi yang lebih luas di tengah kompetisi ruang digital.
Selain aspek teknis, soliditas internal tim menjadi faktor yang tak kalah penting. Najib mengungkapkan perhatian Sekretaris Jenderal DPR RI terhadap perkembangan media sosial lembaga, termasuk dorongan agar seluruh unsur internal turut mendukung dan berpartisipasi aktif dalam memperluas jangkauan publikasi.
“Minimal dari kita sendiri harus mengikuti dan mendukung media sosial DPR. Kalau bukan kita yang mencintai dan mendukung karya kita sendiri, bagaimana masyarakat akan ikut membaca dan mengikuti,” ujarnya.
Di era ketika media sosial bukan lagi sekadar saluran informasi, melainkan ruang interaksi publik, efektivitas konten tidak hanya diukur dari jumlah tayangan, tetapi juga dari tingkat pemahaman, partisipasi, dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas produksi konten menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi kelembagaan yang lebih transparan, responsif, dan akuntabel.
Workshop yang berlangsung hingga sore hari tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi komunikasi digital DPR RI, agar setiap informasi yang disampaikan tidak hanya cepat dan menarik, tetapi juga bernilai edukatif serta berkontribusi pada peningkatan literasi publik tentang fungsi dan kinerja lembaga legislatif.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”