Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Gedung LSPR Sudirman Park, Jakarta Pusat, Jumat 17/04/2026 ( Kementerian Komunikasi dan Digital)

NUSAREPORT-Jakarta, Sabtu 18 April 2026,-  Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa peran jurnalis senior menjadi elemen kunci dalam menjaga standar kerja jurnalistik di tengah derasnya perubahan pola produksi berita di era digital.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 18/4/2026, Meutya menyoroti pergeseran signifikan dalam praktik jurnalistik akibat tekanan kecepatan dan tuntutan viralitas. Menurutnya, kondisi tersebut telah mengubah ritme kerja media dari yang sebelumnya memberi ruang cukup untuk riset dan verifikasi, menjadi serba cepat dengan jeda yang semakin minim.

“Dulu kita membuat berita dengan jeda, ada waktu untuk riset dan verifikasi. Sekarang banyak yang berjalan hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan dan viralitas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Jakarta Pusat. Dalam forum itu, Meutya menekankan pentingnya peran generasi jurnalis senior dalam mentransfer pengalaman serta nilai-nilai dasar jurnalistik kepada generasi muda.

Ia mengakui bahwa logika “tidak viral tidak dibaca” menjadi realitas baru dalam industri media. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tekanan tersebut tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip utama jurnalistik.

“Alasan ‘tidak viral tidak dibaca’ bisa dipahami, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh hilang,” tegasnya.

Meutya juga mengingatkan adanya potensi kesenjangan standar apabila proses pewarisan nilai dan pengalaman tidak berjalan. Tanpa keterlibatan aktif jurnalis senior, praktik jurnalistik berisiko menjauh dari standar yang selama ini dibangun.

“Kalau tidak ditularkan, akan ada jarak yang jauh antara pengalaman senior dan praktik jurnalisme generasi sekarang,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak menggeser fondasi utama profesi jurnalis. Integritas, proses verifikasi, serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran tetap menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

Di tengah perubahan ekosistem media yang semakin dinamis, Meutya menilai kesinambungan antargenerasi menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas informasi yang diterima publik.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *