NUSAREPORT-Jakarta, Komisi I DPR RI mendorong pemerintah memperkuat kerja sama intelijen internasional guna menutup celah jalur penyelundupan narkotika ke Indonesia. Desakan ini menguat di tengah eskalasi pengungkapan kasus besar, termasuk keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan sekitar 2 ton sabu yang masuk melalui jalur laut baru-baru ini.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai dinamika jaringan kartel internasional menambah kompleksitas tantangan keamanan nasional. Ia merespons pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait keterkaitan jaringan kartel global, termasuk yang sebelumnya dipimpin Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho, dengan peredaran narkotika lintas negara.

“Pendekatan ini harus dilakukan secara terintegrasi antara diplomasi, intelijen, dan penegakan hukum,” kata Amelia kepada wartawan, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurut Amelia, kematian figur kunci dalam kartel tidak otomatis menghentikan kejahatan terorganisasi. Fragmentasi internal justru dapat memicu ekspansi jaringan dan membuka jalur distribusi baru, termasuk ke kawasan Asia Tenggara.

Dalam konteks global, El Mencho dikenal sebagai pemimpin Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh dalam perdagangan methamphetamine, kokain, dan fentanil lintas benua. Struktur kartel semacam ini dikenal adaptif, memanfaatkan jalur laut internasional, pelabuhan transit, dan jaringan perantara untuk memperluas pasar.

Sementara itu di dalam negeri, skala ancaman tercermin dari data penindakan. Sepanjang 2025, BNN bersama aparat penegak hukum mengungkap ratusan kasus penyelundupan narkotika lintas jalur darat, laut, dan udara dengan total sitaan mencapai ratusan kilogram hingga tonase besar. Pengungkapan terbaru berupa penyitaan sekitar 2 ton sabu menunjukkan Indonesia masih menjadi target pasar sekaligus jalur transit sindikat internasional.

Dalam keterangan resmi, aparat menyebut pengungkapan 2 ton sabu tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan estimasi nilai ekonomi mencapai triliunan rupiah. Penindakan dilakukan melalui operasi gabungan lintas lembaga yang melibatkan BNN, TNI AL, Bea Cukai, dan kepolisian, menandakan pentingnya sinergi keamanan maritim.

Pengamat keamanan strategis menilai lonjakan skala penyelundupan menunjukkan sindikat semakin agresif memanfaatkan celah pengawasan di perairan Indonesia yang luas. Ancaman ini tidak lagi semata isu kriminal, melainkan persoalan kedaulatan dan ketahanan nasional.

“Jaringan kriminal transnasional bekerja seperti korporasi global. Tanpa integrasi intelijen dan diplomasi keamanan, negara akan selalu berada satu langkah di belakang,” ujar seorang analis keamanan nasional dalam diskusi kebijakan keamanan maritim baru-baru ini.

Amelia menegaskan, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan penindakan setelah barang masuk wilayah hukum nasional. Negara perlu memperkuat pertukaran data real time dengan mitra internasional, memperluas kerja sama intelijen, dan meningkatkan pengawasan di pelabuhan serta jalur laut strategis.

Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak selalu hadir dalam bentuk konflik bersenjata, melainkan juga melalui infiltrasi ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh peredaran narkotika.

“Keamanan WNI dan ketahanan nasional harus berjalan beriringan melalui respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis analisis risiko yang komprehensif,” tegasnya.

Pengungkapan 2 ton sabu menjadi alarm keras bahwa perang melawan narkotika tidak bisa ditangani secara parsial. Integrasi intelijen global, penguatan diplomasi keamanan, dan pengawasan perbatasan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar Indonesia tidak menjadi simpul strategis dalam peta distribusi kartel internasional.

Di tengah arus perdagangan global dan keterbukaan perairan, kemampuan negara membaca pola ancaman yang bergerak senyap akan menentukan seberapa kuat ketahanan nasional dijaga dari bahaya yang tak selalu terlihat, tetapi nyata dampaknya bagi generasi mendatang.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *