NUSAREPORT- Muara Bungo, Sabtu 18 April 2026,- Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk aktif memastikan data dirinya tercatat dengan benar dalam sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini menjadi fondasi utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dan perencanaan pembangunan berbasis data.

DTSEN mengintegrasikan berbagai sumber data dari lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dengan satu basis data nasional, pemerintah menargetkan agar kebijakan sosial lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Bagi masyarakat, keterlibatan aktif menjadi kunci. Pemerintah membuka akses bagi publik untuk mengecek sekaligus memperbarui data melalui laman resmi DTSEN.

Berikut cara mengecek data DTSEN:

  1. Kunjungi laman resmi:
    https://dtsen-form.web.bps.go.id
  2. Masukkan data yang diminta (identitas diri sesuai KTP/KK).
  3. Ikuti petunjuk untuk melihat status atau melakukan pembaruan data.
  4. Pastikan seluruh informasi yang diisi sesuai kondisi terbaru.

Langkah ini penting untuk menghindari kesalahan data, seperti tidak terdaftar sebagai penerima bantuan padahal memenuhi syarat, atau sebaliknya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Aturan ini melarang penyalahgunaan data individu dan memastikan data hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta kebijakan publik.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati dan hanya mengakses portal resmi. Jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas atau mengatasnamakan pendataan.

Dari perspektif kebijakan, kehadiran DTSEN menjadi langkah besar menuju sistem pemerintahan berbasis data. Namun, akurasi sistem ini tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada kejujuran dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang valid.

Jika data yang masuk akurat, maka bantuan sosial dapat disalurkan lebih tepat sasaran, mengurangi potensi salah distribusi yang selama ini kerap menjadi sorotan.

Sebaliknya, jika masyarakat tidak aktif memperbarui data, maka risiko ketidaktepatan kebijakan akan tetap terjadi.

DTSEN pada akhirnya bukan hanya proyek pemerintah, tetapi kerja bersama antara negara dan masyarakat untuk membangun basis data yang adil, transparan, dan bermanfaat bagi semua.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *